Satya Nadella dan Elon Musk Beda Pendapat, Siapa Pegang Kendali OpenAI

Apakah Microsoft punya kendali atas jawaban dan OpenAI? Begini rinciannya.


Posted: Kamis, 18 Mei 2023 | 20:43 WIB
Satya Nadella dan Elon Musk Beda Pendapat, Siapa Pegang Kendali OpenAI

Satya Nadella dan Elon Musk Beda Pendapat, Siapa Pegang Kendali OpenAI

hitekno.com - CEO Microsoft, Satya Nadella, dan Elon Musk, pendiri OpenAI, memiliki pandangan yang berbeda mengenai tata kelola perusahaan.

Musk mengatakan bahwa Microsoft memiliki kendali yang besar atas OpenAI, sementara Nadella menyatakan bahwa Microsoft tidak memiliki kendali sama sekali. Nadella menjelaskan bahwa OpenAI adalah perusahaan nirlaba yang dikelola oleh dewan direksi.

Dia menyebut bahwa Microsoft adalah pemegang saham minoritas di OpenAI dan tidak memiliki kekuatan veto atas keputusan perusahaan.

Dilansir dari Gizmochina, pada bulan April, Elon Musk mengklaim bahwa Microsoft memiliki "pengaruh yang sangat kuat dalam pengambilan keputusan OpenAI".

Dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Microsoft dapat menggunakan pengaruhnya untuk mengarahkan OpenAI ke arah yang tidak ia setujui.

Elon Musk. (YouTube/ TED)
Elon Musk. (YouTube/ TED)

Nadella menanggapi pernyataan Musk dengan menjelaskan bahwa OpenAI didasarkan pada misinya yang diawasi oleh dewan nirlaba, dan minat Microsoft dalam perusahaan tersebut tidak bersifat pengendalian.

Belum jelas siapa yang benar mengenai sejauh mana kendali Microsoft terhadap OpenAI. Namun, perbedaan pendapat antara Nadella dan Musk menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Penting bagi publik untuk memahami bagaimana perusahaan kecerdasan buatan diatur dan memiliki pengaruh dalam pengembangan teknologi ini.

Kecerdasan buatan memiliki potensi menjadi kekuatan yang kuat untuk kebaikan, tetapi juga memiliki potensi digunakan untuk tujuan yang merugikan. Penting untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan dikembangkan dan digunakan dengan tanggung jawab.

Nadella dan Musk memiliki pandangan yang berbeda tentang bagaimana memastikan penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab. Nadella percaya bahwa Microsoft berkomitmen untuk mengembangkan kecerdasan buatan dengan tanggung jawab, dan OpenAI adalah contoh yang baik untuk ini.

Baca Juga: Mobil Listrik VW akan Disisipi HarmonyOS Buatan Huawei?

Musk, di sisi lain, lebih skeptis terhadap niat Microsoft dan meyakini bahwa perlu dilakukan lebih banyak langkah untuk memastikan penggunaan kecerdasan buatan yang bermanfaat.

Debat antara Nadella dan Musk kemungkinan akan terus berlanjut seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Penting untuk memiliki diskusi yang penuh pemikiran dan berinformasi tentang potensi risiko dan manfaat kecerdasan buatan.

Hanya dengan bekerja sama kita dapat memastikan bahwa kecerdasan buatan digunakan untuk kepentingan kemanusiaan.

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB

Video buram, kusam dan kurang oke? AI yang satu ini bisa jadi solusi mujarab....

internet | 16:34 WIB