Waduh, Kelompok Ransomware Lockbit Ancam Sebarkan Data Jutaan Nasabah BSI

Jika tak membayar tebusan, penjahat siber ini mengancam akan mengumbar data nasabah BSI.

Rezza Dwi Rachmanta
Minggu, 14 Mei 2023 | 16:04 WIB
Ilustrasi hacker. (Pixabay/ Pete Linforth)

Ilustrasi hacker. (Pixabay/ Pete Linforth)

Hitekno.com - Layanan Bank Syariah Indonesia atau BSI sempat lumpuh beberapa waktu lalu. Tak lama kemudian, terdapat kelompok ransomware Lockbit yang mengklaim bahwa mereka telah menyerang sistem di BSI.

Tak tanggung-tanggung, mereka turut mengklaim bahwa pihaknya menyimpan banyak data penting.

Grup penjahat siber tersebut mengancam akan menyebarkan data-data nasabah jika BSI tak membayar tebusan.

Baca Juga: Gegara Hacker dan Scam, Investor Kripto Kehilangan Rp 1,5 Triliun pada April 2023

Lockbit mengeklaim telah menyerang BSI pada 8 Mei kemarin dan melumpuhkan layanan bank BUMN tersebut. Tak hanya itu, kelompok tersebut juga menyandera data nasabah dan BSI sebesar 1,5 terabyte.

"Kami beri pihak manajemen bank waktu 72 jam untuk mengontak Lockbit dan menyelesaikan masalah ini," tulis Lockbit.

Ilustrasi serangan Ransomware. (Pixabay)
Ilustrasi serangan Ransomware. (Pixabay)

Lazimnya kelompok atau geng ransomware meminta tebusan yang dibayarkan dalam bentuk mata uang kripto agar serangan diakhiri serta data-data yang disandera tak disebar.

Baca Juga: FBI Kelabakan Jaringan Komputernya Dibobol Hacker

Tetapi para pakar keamanan siber selalu mengatakan bahwa pembayaran tebusan tak pernah menjamin kelompok penjahat siber mengakhiri serangan serta mengembalikan data yang dicuri.

Adapun serangan ransomware Lockbit ini dikonfirmasi oleh dua pakar keamanan siber Indonesia, Alfons Tanujaya dari Vaksincom dan Teguh Aprianto dari Ethical Hacker.

"Lockbit tidak sekedar gertak sambal dan membuktikan kalau memang berhasil mencuri dan mengenkripsi 1.5 TB data BSI," jelas Alfons dalam siaran persnya yang diterima Sabtu (13/5/2023).

Baca Juga: Source Code League of Legends Dicuri Hacker, Riot Games Diperas Suruh Bayar

Alfons menduga peretasan terjadi jauh sebelum 8 Mei, seperti yang diklaim Lockbit. Ia menduga serangan digelar diam-diam sejak libur Lebaran kemarin.

Sementara Teguh, lewat cuitan di Twitter, mengatakan bahwa BSI telah terkonfirmasi jadi korban ransomware setelah perusahaan tersebut selama beberapa hari terakhir mengaku sedang melakukan pembenahan.

"Hari ini terkonfirmasi bahwa mereka menjadi korban ransomware," tulis Teguh di Twitter, "Total data yg dicuri 1,5 TB. Di antaranya 15 juta data pengguna dan password untuk akses internal & layanan yg mereka gunakan."

BSI sendiri pada Kamis kemarin mengatakan pihaknya masih menduga ada serangan siber terhadap layanannya. Untuk memastikan maka perlu dilakukan audit.

"Terkait dugaan serangan siber, pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik," ucap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Update Layanan BSI di Jakarta, Kamis lalu. (Suara.com/ Firman Doni)

Berita Terkait
TERKINI
Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....
internet | 17:48 WIB
Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...
internet | 18:15 WIB
Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...
internet | 17:14 WIB
Pinhome mengumumkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam pengadaan proteksi keselamatan kerja bagi seluruh Rekan...
internet | 09:56 WIB
Didukung Kominfo dan universitas-universitas setempat, kampanye ini bertujuan mengeksplorasi lanskap AI dan mendiskusika...
internet | 11:44 WIB
Di 14 kota, ribuan driver Grab bersama keluarga nonton bareng film Srimulat: Hidup Memang Komedi...
internet | 08:56 WIB
Mengakses konten Premier League melalui situs web atau perangkat streaming tidak resmi akan membuat diri mereka rentan t...
internet | 08:46 WIB
Dell Technologies menyoroti tren-tren baru yang akan membentuk industri teknologi pada tahun 2024 dan di masa depan....
internet | 12:06 WIB
Meningkatkan sistem keamanan menjadi langkah yang baik, tetapi upaya tersebut hanya menjangkau permukaan penyalahgunaan ...
internet | 07:24 WIB
Di tengah tingginya frekuensi insiden keamanan siber di Indonesia, hanya 53 persen yang siap untuk mencegah insiden ters...
internet | 07:25 WIB
Berikut adalah beberapa kata kunci yang perlu kita pahami, agar kita dapat lebih mengenali istilah AI....
internet | 09:45 WIB
Nokia Bell Labs mendemonstrasikan teknologi proof-of-concept ini untuk pertama kalinya....
internet | 08:53 WIB
Pasar generatif AI dan cloud di Indonesia diprediksi terus tumbuh....
internet | 14:44 WIB
Studi global terbaru dari Dell Technologiesmengungkap pentingnya inovasi bagi perusahaan....
internet | 15:57 WIB
Sepeda motor dengan Karburator masih diburu, terutama untuk modifikasi....
internet | 22:01 WIB
Gojek meluncurkan jaket dengan desain baru bagi mitra driver tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2023....
internet | 22:43 WIB
Indonesia Privacy and Security Summit 2023 ini,Grab Indonesia menghadirkanpelaku industri dan lembaga pemerintahan yang ...
internet | 08:39 WIB
Berikut ini agar semakin paham cara menjaga keamanan dokumen digital....
internet | 10:08 WIB
Tampilkan lebih banyak