Ramai Penipuan di Email Gmail, Google Sampai Harus Turun Tangan Sebarkan Peringatan

Dalam email palsu tersebut, disebutkan bahwa pengguna akan mendapat hadiah karena telah melakukan pencarian Google ke-18,25 miliar.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Selasa, 02 Mei 2023 | 17:24 WIB
Ilustrasi hacker. (Pexels/Sora Shimazaki)

Ilustrasi hacker. (Pexels/Sora Shimazaki)

Hitekno.com - Google mengeluarkan peringatan terbaru untuk setiap pengguna akun Gmail. Peringatan ini dilontarkan sebagai bentuk respons atas munculnya serangan siber terbaru yang mengancam pengguna. Serangan ini memanfaatkan merek dagang Google dengan mengirim email palsu yang berisi informasi tentang "Online Reward Program".

Dilansir dari Gizchina, pengguna yang membuka email palsu tersebut akan diberitahu bahwa mereka berhak mendapatkan hadiah. Dalam email palsu tersebut, disebutkan bahwa pengguna telah melakukan pencarian Google ke-18,25 miliar. Pengguna dianggap beruntung dan berhak mendapatkan hadiah. Namun, untuk menerima hadiah tersebut, pengguna harus mengklik tautan tertentu.

Google memperingatkan bahwa ini adalah bentuk scam baru yang dapat memberikan akses hacker pada data pribadi pengguna. Hal ini dapat mengancam keamanan finansial dan identitas pengguna. Google mendorong pengguna untuk tetap waspada terhadap serangan ini. Pengguna diminta untuk memeriksa inbox mereka dengan cermat dan melaporkan hal yang mencurigakan. Jangan langsung percaya pada kampanye tertentu sebelum memastikan kebenarannya.

Untuk membantu pengguna menghindari serangan semacam itu, Google menyediakan beberapa tips. Perusahaan teknologi ini menyarankan pengguna untuk mengambil waktu untuk mempertimbangkan setiap email yang diterima, melakukan pengecekan terhadap informasi yang disajikan, dan tidak memberikan informasi pribadi secara sembarangan.

Google juga menyediakan halaman khusus dengan tips lebih lengkap untuk menghindari serangan scam pada akun Gmail. Perusahaan ini menyarankan agar pengguna tidak terburu-buru, melakukan pengecekan informasi secara cermat, dan tidak memberikan informasi pribadi pada saat yang sama. Tindakan pencegahan ini diharapkan dapat membantu menghindari serangan scam yang semakin sering terjadi di dunia maya.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan te...

internet | 18:06 WIB

Rencana Pemerintah menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition/FR) untuk registrasi kartu SIM mulai 2026 men...

internet | 17:49 WIB

Netflix mengumumkan kerja sama terbaru dan pertama kalinya dengan Dee Lestari....

internet | 11:35 WIB

Baik menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, maupun langsung melalui browser tanpa m...

internet | 23:19 WIB