Anggota Parlemen Australia Risau dengan Kehadiran AI: Dituding Bisa Picu Konflik, Kok Bisa?

Kecerdasan buatan bisa menjadi pisau bermata dua bagi umat manusia, begini kata Julian Hill.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Selasa, 07 Februari 2023 | 21:00 WIB
Ilustrasi AI atau kecerdasan buatan. (Pixabay/ Gerd Altmann)

Ilustrasi AI atau kecerdasan buatan. (Pixabay/ Gerd Altmann)

Hitekno.com - Anggota Parlemen Buruh Australia, Julian Hill, mengklaim bahwa AI (kecerdasan buatan) dapat digunakan untuk "pemusnah massal" dalam pidatonya di parlemen.

Ia menyerukan penyelidikan untuk menilai risiko dan manfaat dari AI, yang menurutnya dapat menyebabkan siswa menyontek, disinformasi, dan aplikasi militer yang tidak terkendali.

Dilansir dari Sputnik News, Hill memperingatkan risiko dari AI, seperti potensi kehilangan pekerjaan dan penggunaan AI untuk tujuan jahat, seperti serangan dunia maya dan kampanye disinformasi.

Ia juga memperingatkan bahwa jika AI melampaui kecerdasan manusia, itu dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional. Meskipun demikian, Hill mengakui bahwa AI juga memiliki potensi untuk merevolusi banyak industri dan mengubah dunia kita.

Namun, ia berpendapat bahwa manusia harus berhasil mengendalikan AGI sebelum ledakan intelijen, agar tidak menyebabkan kerusakan bagi umat manusia.

"Teknologi AI, seperti perangkat lunak pintar yang dapat menulis esai dan menghasilkan jawaban, menjadi lebih mudah diakses oleh siswa, memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas dan tes tanpa benar-benar memahami materi yang menimbulkan kekhawatiran bagi guru, yang khawatir tentang dampaknya pada integritas sistem pendidikan," katanya.

Anggota parlemen itu berpendapat bahwa jika kecerdasan umum buatan "melampaui kecerdasan manusia, itu dapat menimbulkan ancaman bagi militer kita, berpotensi membuat kemampuan pertahanan kita saat ini menjadi usang."

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan te...

internet | 18:06 WIB

Rencana Pemerintah menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition/FR) untuk registrasi kartu SIM mulai 2026 men...

internet | 17:49 WIB

Netflix mengumumkan kerja sama terbaru dan pertama kalinya dengan Dee Lestari....

internet | 11:35 WIB