Kominfo Minta TikTok Hapus Konten Ngemis Online, Usai Mandi Lumpur Viral

Usai surat edaran Menteri Sosial, kini Kominfo larang konten ngemis online di TikTok.

Agung Pratnyawan

Posted: Minggu, 22 Januari 2023 | 17:33 WIB
Ilustrasi TikTok. (Pixabay)

Ilustrasi TikTok. (Pixabay)

Hitekno.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo akhirnya meminta TikTok untuk takedown atau hapus konten ngemis online usai viral konten mandi lumpur.

Dikutip dari Metro.Suara.com, Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominfo Usman Kansong meminta TikTok untuk takedown konten tersebut.

Kominfo menyatakan kalau pelarangan konten ngemis online itu merupakan lanjutan dari kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang melarang aksi ngemis online.

Baca Juga: Sultan Akhyar Janji Tak Ngemis Online Mandi Lumpur Lagi, Sudah Kapok?

"Ada perkembangan baru terkait konten mengemis online di TikTok," kata Usman melalui pesan singkat ke Suara.com, Jumat (20/1/2023) malam.

"Dengan adanya kebijakan dari Mensos yg melarang pengemis online, kami sedang mencari dan meminta platform digital untuk men-take down konten-konten terkait hal ini," ucapnya.

Sebelumnya dia mengakui kalau konten live streaming mandi lumpur yang viral di media sosial TikTok belum bisa diblokir.

Baca Juga: Siapa Sultan Akhyar, Pria di Balik Konten Ngemis Online Mandi Lumpur

Sebab mereka masih memeriksa apakah konten itu termasuk dalam kategori terlarang atau tidak.

Ngemis Online dengan mandi lumpur. (TikTok)
Ngemis Online dengan mandi lumpur. (TikTok)

Usman menjelaskan, Kominfo sendiri berperan sebagai pengawas ruang digital. Berangkat dari itu maka mereka berwenang untuk mengawasi konten yang ada di media sosial.

"Dan itu kami sudah punya kategori-kategori yang kami sebut sebagai konten yang dilarang," kata Usman saat diwawancara via telepon Kamis (19/1/2023) malam.

Baca Juga: Pria Ngemis Online Pamer Pamer Bisa Beli Motor Sport, Bikin Netizen Geram

"Pertanyaannya, apakah yang di TIkTok itu (live streaming mandi lumpur) termasuk konten yang dilarang?" lanjut dia.

Maka dari itu ia mengaku kalau Kominfo harus memeriksa lebih lanjut. Sebabnya, konten terlarang yang dia maksud sudah diatur dalam undang-undang.

Adapun konten yang dilarang dan bisa diblokir Kominfo ini termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 (PP 71/2019).

Baca Juga: Siapa Sultan Intan Akhyar, Dalang Konten Mandi Lumpur yang Viral

"Kami harus periksa betul-betul. Kalau konten-konten yang dilarang oleh Kominfo ini kan mengacu pada UU misal pornografi, perjudian online, pinjol ilegal, terorisme, radikalisme, hoaks, disinformasi, ujaran kebencian," papar dia.

"Karena itu kami memang harus hati-hati. Dia (konten live streaming mandi lumpur TikTok) masuk kategori yang mana. Sehingga kami bisa mengambil langkah," lanjutnya.

Kalau memang konten tersebut masuk ke kategori terlarang, Usman mengaku Kominfo bisa melakukan takedown atau pencabutan konten.

"Kalau masuk kategori tidak dilarang, maka kami tidak bisa meminta takedown, yang bisa kami lakukan, karena ini kontroversial, maka kami mengimbau ke platform agar lebih lebih selektif. Sehingga tidak memunculkan kegaduhan di masyarakat," ujar dia.

Lebih lanjut Usman menyebut kalau Kominfo masih memberikan peringatan ke TikTok secara lisan, belum tulisan. Tapi imbauan itu diklaim sudah diberikan berulang kali agar TikTok lebih selektif.

Selain TikTok, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menonton ataupun memproduksi konten-konten kontroversial.

"Produksi konten kan dari masyarakat. Penontonnya juga dari masyarakat. Dua sisi itu harus kami imbau. Masyarakat pun dalam mengkonsumsi konten harus selektif. Jangan buat konten itu," tegasnya.

Itulah laporan terkini dari pelarngan konten ngemis online usai live TiKTok mandi lumpur yang viral di media sosial. (Metro.Suara.com)

Berita Terkait
Berita Terkini

Asia Tenggara Menunjukkan Kesadaran Keamanan Email Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya...

internet | 13:27 WIB

NVIDIA bekerja sama dengan Komputer Medan menggandeng tiga perguruan tinggi terkemuka di Kota Medan....

internet | 13:58 WIB

Melalui RUPS, Arkadia Digital Media melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama 2023....

internet | 11:18 WIB

pentingnya memahami tentang bahaya yang mengancam pusat data dan bagaimana penanggulangannya....

internet | 11:34 WIB

Ingin mencoba trading kripto? Berikut adalah 5 opsi crypto wallet yang layak dicoba....

internet | 16:37 WIB