Internet

Untuk Mengantisipasi Kejahatan Siber, Indodax Minta Member Lakukan 5 Hal Ini

Indodax mengklaim bahwa data para member aman dan tak ada kebocoran data.

Rezza Dwi Rachmanta

Indodax membantah adanya kebocoran data. Ilustrasi informasi dari Indodax. (Indodax)
Indodax membantah adanya kebocoran data. Ilustrasi informasi dari Indodax. (Indodax)

Hitekno.com - Isu mengenai adanya peretasan dan kebocoran data menerpa Indodax baru-baru ini. Petinggi Indodax lantas membantah bahwa terdapat kebocoran data pada platform-nya.

Perlu diketahui, Indodax merupakan perusahaan teknologi yang mempertemukan antara penjual dan pembeli digital. Member Indodax bisa membeli atau menjual aset kripto melalui aplikasi dan website resmi Indodax.

Pada Kamis (15/09/2022) lalu, akun Twitter Dark Tracer mengklaim bahwa 50 ribu data akun di Indodax telah bocor di dark web.

"Sekitar 50.000 data pengguna exchange kripto terbesar Indonesia, 'Indodax', bocor ke dark web oleh stealer malware. Dari jumlah tersebut, 82,7 persen adalah data pengguna dari Indonesia," cuit akun Twitter Dark Tracer (@darktracer_int).

Perlu diketahui, @darktracer_int merupakan akun Twitter yang turut menyebarkan kabar mengenai deretan data yang diklaim telah dibocorkan oleh Bjorka. Meski begitu, belum diketahui siapa hacker atau oknum yang mengklaim telah membocorkan data di Indodax.

Dark Tracer menyebar isu mengenai kebocoran data para member Indodax. (Twitter)
Dark Tracer menyebar isu mengenai kebocoran data para member Indodax. (Twitter)

CEO Indodax Oscar Darmawan membantah kabar bahwa platform perdagangan kriptonya telah diretas. Ia menduga isu tersebut adalah bentuk persaingan yang tidak sehat.

"Itu 100 persen hoaks. Dilihat sekilas pun data itu sudah jelas salah. Saya sangat menyarankan kita sesama pemain kripto saling menjaga ekosistem ini lebih bersih," kata CEO Indodax Oscar Darmawan dikutip dari Suara.com.

Pengguna aplikasi Indodax juga diberikan keterangan resmi dari perusahaan. Mereka mengklaim bahwa data pengguna Indodax 100 persen aman.

CEO Indodax Oscar Darmawan. (Indodax)
CEO Indodax Oscar Darmawan. (Indodax)

"Sebagai crypto exchange yang memiliki lebih dari 5,5 juta member terdaftar dan terverifikasi, keamanan dan kenyamanan member Indodax merupakan prioritas kami. Untuk itu, Indodax selalu mengedepankan keamanan server, data, serta seluruh yang dimiliki oleh member Indodax. Para member tidak perlu khawatir atas seluruh data serta aset kripto dan rupiah yang terdapat pada wallet karena server Indodax dipastikan aman," bunyi pernyataan resmi dari Indodax dikutip dari situs resmi perusahaan.

Perusahaan meminta member agar tetap waspada dengan kejahatan siber yang mungkin dapat terjadi, seperti phishing, malware, ransomware, hacking, dan lain sebagainya. Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan perusahaan kepada member Indodax agar terhindar dari kejahatan siber:

  1. Menjaga kerahasiaan data diri dengan tidak membagikan informasi pribadi kepada siapa pun.
  2. Mengaktifkan fitur keamanan Two Factor Authentication (2FA).
  3. Memeriksa segala jenis pesan yang diterima (baik melalui email, chat, atau SMS) dan tidak membuka tautan atau link yang mencurigakan.
  4. Menggunakan perangkat yang aman dan bebas dari virus ataupun malware dalam melakukan investasidi Indodax, dan tidak men-download plugin yang berhubungan dengan kripto pada handphone dan browser karena dapat bersifat rentan untuk diretas.
  5. Memastikan segala aktivitas jual beli keripto hanya dilakukan melalui alamat website https://indodax.com/ dan aplikasi resmi Indodax.

Hingga artikel ini dibuat, tak sedikit netizen yang ramai berkomentar tentang keamanan data mereka melalui akun Twitter Indodax.

Admin platform jual beli kripto lantas membalas dan mengklaim bahwa data pengguna aman di server Indodax. Itulah tadi bantahan perusahaan mengenai isu kebocoran data dan tips menghindari kejahatan siber untuk para member Indodax, tetap hati-hati dengan link yang mencurigakan ya!

Berita Terkait