Internet

Elon Musk Batal Beli Twitter, Pemegang Saham Malah Meminta Ini

Elon Musk sendiri telah merinci apa saja alasan batal untuk mengakuisisi Twitter.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Mizter_X94)
Ilustrasi Twitter. (Pixabay/Mizter_X94)

Hitekno.com - Persoalan Elon Musk batal beli Twitter belum selesai sampai saat ini. Paling baru para pemegang saham Twitter malah meminta bos Tesla dan SpaceX tersebut mengakuisisi platform media sosial berlogo burung biru ini.

Dikutip dari Suara.com, Rabu (14/9/2022), para pemegang saham Twitter menyuarakan penjualan platform Twitter ke Elon Musk meski batal mengakuisisinya.

Sebagaimana dimuat NEOWIN.net, para pemegang saham Twitter memilih untuk menjual Twitter kepada Bos Tesla itu. 

Mereka diminta untuk memilih apakah mereka mendukung penjualan Twitter ke Elon Musk atau tidak. Hasilnya, mayoritas dari pemegang saham memilih untuk mendukung transaksi penjualan Twitter kepada Elon Musk.

Untuk diketahui, pertarungan antara Twitter dan Elon Musk dimulai pada bulan April ketika ia menawarkan untuk membeli Twitter sekitar 44 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 652 triliun.

Namun ia membatalkan akuisi pembelian Twitter lantaran memiliki terlalu banyak akun bot dan spam. Twitter pun membantahnya, dengan menyatakan bahwa tuduhan Musk itu salah.

Karena tampaknya tidak ada kesimpulan yang mungkin, Pengadilan Kanselir Delaware mengumumkan persidangan akan diadakan pada Oktober 2022 untuk kedua belah pihak.

Elon Musk. (YouTube/ Neuralink)
Elon Musk. (YouTube/ Neuralink)

Di sisi lain, Elon Musk ingin menunda sidang pengadilan hingga Februari 2023, sedangkan Twitter ingin mengadakannya sesegera mungkin.

Menurut Neowin.net, pemegang saham Twitter memiliki batas waktu pemungutan suara hingga Selasa. Namun, hanya pada hari Senin, mereka memiliki cukup suara yang mendukung penjualan ke Elon Musk.

Kendati demikian, hingga kini, belum ada tanggapan dari Elon Musk dan tim hukumnya terkait proses baru tersebut.

Alasan Elon Musk Batal Beli Twitter

Seperti diberitakan sebelumnya, Elon Musk telah mengirim surat ketiga ke Twitter yang mencoba menghentikan akuisisi perusahaan senilai 44 miliar dolar AS atau sekitar Rp 652 triliun.

Dilansir dari The Verge, Selasa (13/9/2022), Tim hukum Musk mengutip pembayaran pesangon jutaan dolar Twitter kepada mantan kepala keamanan dan pelapor Peiter Zatko sebagai pelanggaran terhadap perjanjian merger dan alasan untuk mengakhiri kesepakatan.

Surat yang dikirim Elon Musk tersebut, tertanggal 9 September 2022, dikirim ke kepala petugas hukum Twitter Vijaya Gadde, dan dimasukkan dalam pengajuan Twitter yang dibuat dengan SEC pada hari Jumat.

Ilustrasi Twitter. (Twitter)
Ilustrasi Twitter. (Twitter)

Bulan lalu, Peiter Zatko menjadi berita utama dengan menuduh Twitter menyesatkan investor tentang jumlah bot pada layanan tersebut, gagal menghapus data pengguna, dan memiliki praktik keamanan yang buruk.

Musk melontarkan tuduhan itu, mengutipnya dalam surat penghentian keduanya dan memanggil Zatko untuk bersaksi dalam gugatan itu. Adapun sidang akan digelar pada Jumat.

Elon Musk mengirim surat penghentian pertamanya pada bulan Juli, mengatakan bahwa Twitter menyesatkannya tentang jumlah bot di platformnya, dan bahwa perusahaan tidak akan memberinya akses ke informasi yang dia butuhkan untuk membuat keputusannya sendiri. Ini terlepas dari kenyataan bahwa ia diberi akses ke API "firehose" yang berisi setiap tweet.

Setelah Elon Musk batal beli Twitter ini, akankah para pemegang saham Twitter masih meminta untuk diakuisisi bos Tesla tersebut? (Suara.com/ Ummi Hadyah Saleh).

Berita Terkait