Internet

Pejabat Ukraina Incaran Hacker selama Invasi Militer Rusia

Tidak hanya di dunia nyata, Ukraina juga jadi sasaran di internet.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)
Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)

Hitekno.com - Ukraina tidak hanya menjadi sasaran dari invasi militer Rusia di dunia nyata. Namun para pejabat negara tersebut juga jadi incaran hacker di dunia maya.

Diwartakan Suara.com, telepon milik pejabat Ukraina dilaporkan telah menjadi sasaran hacker selama invasi militer Rusia ke Ukraina.

Hal ini dilaporkan pejabat keamanan siber Rusia selama 100 hari berlangsungnya invasi Rusia.

"Kami melihat banyak upaya untuk meretas telepon pejabat Ukraina, terutama lewat penyebaran malware," kata Wakil Kepala Layanan Komunikasi Khusus Negara Ukraina, Victor Zhora, dikutip dari Gadgets360, Rabu (8/6/2022).

Zhora melanjutkan kalau sejauh ini pihaknya belum menemukan bukti apabila perangkat warga Ukraina telah disusupi.

Ia mengatakan kalau dia bersama rekannya menyadari adanya ancaman penyusupan tanpa klik (zero click).

Tapi, dia menolak berkomentar apakah sudah mengetahui upaya semacam itu ke perangkatnya sendiri.

"Ini terus kami pantau," sambung Zhora.

Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)
Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)

Informasi ini muncul tak lama usai polisi dari 11 negara telah mengungkap penipuan ponsel yang dijuluki FluBot.

Serangan siber ini diketahui menyebar ke seluruh dunia melalui pesan teks palsu.

Polisi siber Belanda selaku pemimpin operasi mengatakan, kalau serangan malware ini menginfeksi ponsel Android lewat SMS palsu yang mengatasnamakan perusahaan parsel.

Cara lainnya yang dipakai adalah SMS palsu yang berisi kalau seseorang memiliki voicemail yang harus segera dijawab.

Hacker kemudian bakal mencuri detail bank dari ponsel yang terinfeksi.

Malware tersebut kemudian secara otomatis mengirim pesan serupa ke ponsel lain melalui data dari kontak pengguna terinfeksi.

Itulah laporan terkini yang mendapati kalau Ukraina tidak hanya menjadi sasaran dari invasi militer Rusia, namun juga serangan hacker. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait