Internet

Sandiaga Uno Batal Beli Tas Gucci di Metaverse, Ternyata Ini Alasannya

Sandiaga Uno awalnya berniat membelikan tas Gucci di metaverse untuk istrinya, namun kenapa ia batalkan?

Agung Pratnyawan

Sandiaga Uno dalam peluncuran The G20 Indonesia 2022 - Tourism & Creative Economy Side Events. (Instagram)
Sandiaga Uno dalam peluncuran The G20 Indonesia 2022 - Tourism & Creative Economy Side Events. (Instagram)

Hitekno.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membagikan cerita tentang pengalamannya berurusan dengan metaverse dan aset kripto. Sandiaga Uno ternyata hampir saja membeli tas Gucci di Metaverse.

Di wartakan Suara.com, awalnya Sandiaga Uno berniat membelikan sebuah tas Gucci di metaverse untuk istri. Namun berujung membatalkan niatnya tersebut.

Kisah ini diceritakan Menparekraf saat berbicara dalam ajang ATx Summit 2022 yang digelar di Singapura, Selasa (31/5/2022). Ia mengatakan batal membeli tas tersebut karena sang istri lebih memilih tas sungguhan ketimbang barang digital.

"Artinya bahwa kita masih perlu waktu untuk bisa menerima ini, meskipun pada akhirnya memang saya membelikan tas untuk istri tapi dari produk lokal berbahan kain tenun untuk mendukung Program Bangga Buatan Indonesia," kata Sandiaga yang berbicara di sesi bertajuk Unpacking The Metaverse.

Terkait dengan perkembangan metaverse, Menparekraf menyatakan dirinya bukan tidak yakin namun ia mengingatkan semua agar lebih berhati-hati karena ada aspek euforia seperti halnya saat fenomena kripto.

Sandiga Uno pernah batal membeli tas Gucci di metaverse untuk istrinya. Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdulla Shahid. (Dok: Kemenparekraf)
Sandiga Uno pernah batal membeli tas Gucci di metaverse untuk istrinya. Foto: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdulla Shahid. (Dok: Kemenparekraf)

Menurut Menparekraf, ke depan harus benar-benar dilihat potensi metaverse dalam upaya penyejahteraan rakyat dan membuka peluang kerja masyarakat.

"Kalau kita semuanya euforia seperti kripto kemarin ini yang sempat terjadi PHK, maka bisa terjadi juga di metaverse, kita harus saling mengingatkan, berhati-hati tapi tetap optimistis itu yang harus menjadi poin yang kita garis bawahi," katanya.

Menparekraf sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dengan semua euforia termasuk dalam investasi aset kripto dan sejenisnya.

"Saya tidak memiliki kripto dalam portofolio saya, tapi saya dianggap ‘oldschool’, jadul, dan ternyata dengan keadaan kripto seperti ini banyak yang mengapresiasi nasihat saya bahwa kita harus berhati-hati kalau mau berinvestasi di kripto, ya jangan terlalu besar mungkin di atas 1-2 persen dari seluruh total portofolio yang dimiliki," kata Sandiaga.

Itulah pengalaman Sandiaga Uno batal membeli tas Gucci di metaverse karena istrinya lebih memilih yang sungguhan di dunia nyata. (Suara.com/ Liberty Jemadu)

Berita Terkait