Internet

Jack Dorsey Dukukung Elon Musk Beli Twitter

Pendiri Twitter sepenuhnya mendukung langkah Elon Musk, kenapa?

Agung Pratnyawan

CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)
CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)

Hitekno.com - Kabar Elon Musk beli Twitter tengah panas menjadi pembicaraan. Bagaimana tanggapan pendiri dan mantan CEO Twitter, Jack Dorsey pada langkah bos Tesla dan SpaceX tersebut?

Dilaporkan sebelumnya, Elon Musk beli Twitter dengan harga 44 miliar dolar AS atau setara Rp 635 triliun. Langkah yang telah dikonfirmasi termasuk dalam kesepakatan harganya.

Akuisisi yang dilakukan Elon Musk dinilai sebagai keputusan tepat oleh Jack Dorsey. Sosok pendiri media sosial berlogo burung biru tersebut.

Dalam cuitannya, Jack Dorsey mengaku bahwa penyesalan terbesarnya adalah membuat Twitter melantai di bursa saham Amerika Serikat dan model iklan yang saat ini diterapkan.

"Menarik kembali (Twitter) dari Wall Street merupakan langkah pertama yang benar," kata Jack Dorsey, dikutip dari Engadget, Selasa (26/4/2022).

Elon Musk. (YouTube/ TED)
Elon Musk. (YouTube/ TED)

Ia menambahkan kalau Twitter menjadi milik publik di tingkat protokol, bukan di tingkat perusahaan. Ia menilai kalau Elon Musk adalah solusi tunggal yang dia percaya.

"Tujuan Elon adalah menciptakan platform yang amat dipercaya dan inklusif secara luas, ini adalah tujuan yang tepat. Ini juga tujuan dari Parag Agrawal (CEO Twitter pengganti Dorsey), dan itu alasan kenapa saya memilih dia," tutur Dorsey.

"Terima kasih untuk kalian berdua karena telah membawa perusahaan keluar dari situasi sulit. Ini adalah jalan yang benar, saya percaya itu dengan sepenuh hati saya," jelas Jack Dorsey.

CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)
CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)

Seperti diketahui, Elon Musk resmi membeli Twitter seharga 44 miliar dolar AS atau Rp 635 triliun.

Twitter akan menjadi perusahaan tertutup setelah transaksi selesai. Artinya saham tidak lagi diperdagangkan secara publik dan Twitter akan dihapus dari bursa saham.

Setelah Elon Musk beli Twitter, bagaimana nasib media sosial yang dikembangkan Jack Dorsey ini nantinya? (Suara.com/ Dicky Prastya)

Berita Terkait