Internet

Hapus Dokumen Penting Perusahaan saat Resign, Malah Tuai Pro-kontra Netizen

Ada yang menyangankan aksi hapus dokumen perusahaan saat resign, namun ada juga yang malah mendukungnya.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi laptop. (Unsplash/ Bram Naus)
Ilustrasi laptop. (Unsplash/ Bram Naus)

Hitekno.com - Beredar curhatan seorang karyawan atas kelakuan dua mantan rekan kerja yang telah resign. Apa yang dilakukan mereka pada dokumen penting perusahaan telah menyusahkannya.

Tak hanya itu, aksi kedua mantan karyawan yang telah resign ini pun mendadak memicu perdebatan panas netizen di media sosial.

Pasalnya kedua mantan karyawan ini menghapus dokumen perusahaan yang ada di kompeter tempat mereka bekerja setelah resign.

Curhatan itu sukses menjadi buah bibir netizen usai diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter @hrdbacot. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan itu telah disukai oleh 4000 netizen hingga viral di media sosial.

"Waduh, ada-ada aja kelakuan karyawan resign, jangan ditiru ya guys, ini menyusahkan rekan kerja lu yang di-handover lho," tulis akun tersebut, seperti dikutip oleh HiTekno.com, Kamis (06/01/2022).

Pada cuitannya itu, terdapat tangkapan layar berupa curhatan seorang karyawan pada mantan rekan kerjanya.

Si karyawan mengeluhkan kelakuan 2 mantan rekan kerjanya. Menurut keterangan dia, kedua kawannya itu baru saja mengundurkan diri dari perusahaan. Namun, sebelum pergi, keduanya menghapus dokumen penting di komputer.

"Min, kelakuan karyawan yang resign lalu menghapus file kerjaannya itu wajar enggak, sih? Ada 2 karyawan nih kantor aku, dia resign tapi file di komputernya dihapus. Selama ini enggak pernah menemukan kelakuan karyawan yang kayak gini sih. Baru di sini menemukan karyawan yang kelakuannya kayak gini."

Resign dari kantor, karyawan hapus dokumen penting perusahaan (Twitter/hrdbacot)
Resign dari kantor, karyawan hapus dokumen penting perusahaan (Twitter/hrdbacot)

Si karyawan juga menanyakan, apakah kelakuan mantan rekan kerjanya itu wajar dan terjadi juga di perusahaan lain.

"Kalau di kantor lain juga kayak gini enggak sih? Lalu ada saran enggak antisipasi biar enggak kejadian lagi seperti ini?"

Tidak butuh waktu lama, cuitan itu pun langsung dibanjiri komentar dari netizen. Banyak balasan pro-kontra akan kelakuan mantan karyawan yang menghapus dokumen perusahaan tersebut.

Dari sisi hukum

Salah seorang netizen dengan akun @anak_legal menjelaskan, kejadian semacam itu telah diatur dalam Undang-Undang.

"Percaya apa enggak, kelakuan kayak gini itu sudah diatur di Undang-Undang yang jadi 'musuh bersama' masyarakat. Ya benar, sudah diatur di UU ITE Pasal 32. Sanksinya cukup berat, penjara maksimal 8 tahun dan/atau denda maksimal Rp 2 milyar. Bahas jangan nih soal siapa si UU ITE ini?" tulis dia.

Selain itu, pemilik akun @anak_legal juga memberikan tips bagi Human Resources agar tidak terjadi kejadian serupa.

"Tips untuk HR/ Legal /IR, sertakan klausul kepemilikan Hak Cipta di Perjanjian Kerja/ PP/ PKB. Jadi jelas di awal, semua hak cipta yang muncul selama menjadi pekerja adalah milik perusahaan. Terdengar kejam, ya? Tapi begitu memang 'adilnya.'"

"Kita bisa menciptakan suatu hak cipta ya karena sumber daya dari perusahaan. Upah, fasilitas, koneksi, pengetahuan, dan lain-lain. Jadi adilnya memang dimiliki oleh perusahaan, namun toh kita tetap bisa klaim bahwa kita yang membuat hal tersebut, dan cantumkan ke portofolio kita."

"Tambahan, selain klausul hak cipta, tambah lagi klausul terkait perlindungan data perusahaan langsung secara spesifik, jaga-jaga ada data yang bukan termasuk hak cipta," pungkasnya.

Komentar Netizen

Namun, ada pula netizen yang mengaku pernah melakukan hal serupa dengan 2 mantan karyawan itu.

"Mohon maaf, saya kalau keluar, semua formula aplikasi akan saya hapus juga, biar tidak dimanfaatkan pihak lain. Enak saja saya yang meneliti, saya yang membuat formula, mereka tinggal memanfaatkan," komentar @to***.

Komentar lain datang dari akun @sa***. Menurut pendapat dia, resign dari perusahaan sebaiknya dilakukan secara baik-baik lantaran nanti akan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri.

"Bagi gue, keluar baik-baik itu memperluas koneksi lho. Siapa sangka, April kemarin gue resign tahu-tahu ditawari proyek tambang sama mantan kolega senilai Rp 1 milyar. Enggak usah baper-baper t*** beginilah, cuma memperburuk koneksi dan menghambat karir lo," ujarnya.

Itulah kisah viral di media sosial, curhatan seorang karyawan pada kelakuan rekannya yang resign namun menghapus dokumen perusahaan sebelum pergi. Apa yang dilakukan mendadak tuai pro-kontra netizen. (BeritaHits.id/ Frida Hanifa Putri).

Berita Terkait