Internet

Riset FEB UI: GoTo Financial Tingkatkan Inklusi Keuangan UMKM di Indonesia

Omzet mitra UMKM GoTo Financial di akhir tahun 2021 diperkirakan meningkat sebanyak Rp 53,2 triliun.

Rezza Dwi Rachmanta

CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo sedang berbincang dengan UMKM di ekosistem GoTo di Solo Technopark. (GoTo)
CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo sedang berbincang dengan UMKM di ekosistem GoTo di Solo Technopark. (GoTo)

Hitekno.com - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan hasil penelitian terkait peran GoTo Financial dalam digitalisasi untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.

Hasil penelitian membuktikan bahwa digitalisasi terbukti meningkatkan inklusi keuangan UMKM sehingga turut mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Ekosistem keuangan digital GoTo Financial diketahui membantu masyarakat unbanked dan underbanked mengakses layanan keuangan formal.

Satu dari empat konsumen yang belum pernah terekspos jasa perbankan sekarang memakai layanan perbankan setelah menggunakan GoPay.

Omzet mitra UMKM GoTo Financial di akhir tahun 2021 diperkirakan akan meningkat 37 persen atau setara Rp 53,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ekosistem GoTo Financial. (LD FEB UI)
Ekosistem GoTo Financial. (LD FEB UI)

Proyeksi omzet UMKM serta peran digitalisasi yang dilakukan GoTo Financial tertuang pada penelitian LD FEB UI berjudul "Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021".

Responden riset merupakan konsumen dan pelaku usaha yang sudah menggunakan layanan dan produk GoTo Financial sejak sebelum masa pandemi (sebelum Maret 2020).

Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 7.355 orang, terdiri dari 5.639 konsumen dan 1.716 merchant UMKM GoTo Financial (GoBiz, GoBiz Plus, Moka, Midtrans, Selly, GoStore).

Mayoritas responden (95%) tersebar di 21 kota, yaitu Manado, Samarinda, Balikpapan, Pekanbaru, Makassar, Palembang, Lampung, Medan, Denpasar, Solo, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Malang, Bogor, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, Jakarta.

Turro Wongkaren, Ph.D. selaku Kepala LD FEB UI menjelaskan bahwa GoTo Financial, termasuk GoPay menjadi gerbang akselerasi inklusi keuangan terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Perkiraan omzet pelaku UMKM GoTo Financial. (LD FEB UI)
Perkiraan omzet pelaku UMKM GoTo Financial. (LD FEB UI)

"Saat pandemi, pemanfaatan platform digital meningkat dengan pesat, termasuk layanan keuangan digital. Metode pembayaran elektronik bahkan menggantikan cash sebagai metode pembayaran utama. Menjadi menarik untuk meneliti bagaimana platform seperti GoTo Financial, termasuk GoPay menjadi gerbang akselerasi inklusi keuangan terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi. Kami memilih GoTo Financial karena mereka memiliki ekosistem layanan keuangan yang komprehensif bagi konsumen dan pelaku UMKM di Indonesia, tidak hanya uang elektronik," kata Turro Wongkaren, Selasa (05/10/2021).

Mayoritas UMKM (60 persen) menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran digital pertama yang diterima di usahanya. Tren serupa juga terlihat dari sisi konsumen, yang mana hampir sebagian besar (46 persen) memilih GoPay untuk transaksi nontunai pertamanya.

GoPay digunakan untuk berinvestasi digital. (LD FEB UI)
GoPay digunakan untuk berinvestasi digital. (LD FEB UI)

Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil temuan riset ini, dapat diperkirakan bahwa di tahun 2021 omzet mitra UMKM di ekosistem GoTo Financial akan meningkat 37 persen atau sekitar 53,2 triliun rupiah jika dibandingkan dengan tahun 2020.

Cukup menarik, dari sisi konsumen, GoPay juga digunakan untuk berinvestasi secara digital. Konsumen diketahui menggunakan GoPay untuk berinvestasi dalam bentuk reksadana, emas digital, hingga cryptocurrency.

Peneliti menjelaskan bahwa produk-produk GoTo Financial juga mengubah persepsi sosial masyarakat terhadap layanan keuangan formal, di mana kini mayoritas pelaku UMKM menjadi lebih percaya dengan produk keuangan dan optimis terhadap potensi usaha digital.

Berita Terkait