OnlyFans Batal Buat Larangan Konten Pornografi, Ini Alasannya

Kenapa OnlyFans membatalkan keputusan sebelumnya?

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:00 WIB
OnlyFans Batal Buat Larangan Konten Pornografi, Ini Alasannya

OnlyFans Batal Buat Larangan Konten Pornografi, Ini Alasannya

hitekno.com - OnlyFans sempat mengumumkan bakal melarang adanya konten pornografi di platformnya. Namu secara mengejutkan, rencana ini mereka batalkan.

Sebelumnya sempat diumumkan kalau platform media sosial ini berencana melarang konten pornografi mulai 1 Oktober 2021 mendatang.

Namun paling baru, Rabu (25/8/2021) waktu setempat, OnlyFans resmi mengumumkan pembatalan rencana pelarangan konten-konten tersebut.

Dalam cuitan di akun Twitter resminya, OnlyFans memutuskan untuk tetap mengizinkan konten-konten pornografi di dalam layanannya seperti yang selama ini sudah berlaku.

"Kami telah memperoleh jaminan yang diperlukan untuk terus mendukung komunitas kreator yang beragam dan membatalkan rencana perubahan kebijakan pada 1 Oktober. OnlyFans tetap mempertahankan keterbukaan dan akan menjadi rumah bagi semua kreator," kata perusahaan itu seperti dilansir dari The Verge.

Ilustrasi selebgram. (Pixabay)
Ilustrasi selebgram. (Pixabay)

Pengumuman ini disampaikan hanya berselang sehari setelah CEO OnlyFans, Tim Stokely mengumumkan akan melarang konten-konten pornografi untuk memenuhi desakkan sejumlah mitra perbankannya.

Tetapi keputusan itu banyak dikritik karena OnlyFans, terutama sejak pandemi Covid-19 menyapu Bumi, banyak digunakan oleh para pekerja seks komersial sebagai tempat mencari nafkah dengan menjual konten-konten pornografi.

Tadinya OnlyFans dibangun sebagai forum untuk para kreator, terutama musisi, fotografer, chef, dan seniman lain untuk menjual karya mereka.

Tetapi sejak 2020 platform ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja seks komersial, yang tak lagi bisa bekerja, untuk mencari uang.

Maraknya konten pornografi justru membuat OnlyFans mendapat banyak tekanan dari para mitra bisnisnya yang tidak nyaman, karena melihat media sosial tersebut kini semakin mirip situs pornografi.

Baca Juga: Mulai Oktober, OnlyFans Bakal Larang Konten Pornografi

Pada 2020 lalu OnlyFans meraup pendapatan lebih dari 2 miliar dolar AS dan tahun ini diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat. Sejauh ini, demikian dilansir dari Bloomberg, OnlyFans telah memiliki lebih dari 130 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB

Video buram, kusam dan kurang oke? AI yang satu ini bisa jadi solusi mujarab....

internet | 16:34 WIB