Hadapi Ancaman Ransomware, Microsoft Akusisi Perusahaan Keamanan Siber

Microsoft mengumumkan akuisisi RiskIQ sebuah vendor perangkat lunak keamanan siber.

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Selasa, 13 Juli 2021 | 14:17 WIB
Hadapi Ancaman Ransomware, Microsoft Akusisi Perusahaan Keamanan Siber

Hadapi Ancaman Ransomware, Microsoft Akusisi Perusahaan Keamanan Siber

hitekno.com - Microsoft yang tengah berhadapan dengan ancaman serius dari serangan Ransomware mulai memperkuat diri dengan akuisisi perusahaan keamanan siber.

Secara resmi, Microsoft mengumumkan akuisisi RiskIQ sebuah vendor perangkat lunak keamanan siber.

RiskIQ menyediakan alat manajemen dan pengumpulan intelijen ancaman terhadap berbagai serangan siber di seluruh layanan cloud milik Microsoft, AWS, server lokal, dan serangan rantai pasokan.

Sementara Microsoft belum menyetujui kesepakatan itu, Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan tersebut dikatakan membayar lebih dari 500 juta dolar atau sekitar Rp 7,26t riliun untuk RiskIQ.

Perangkat lunak RiskIQ berbasis cloud mendeteksi masalah keamanan di seluruh jaringan dan perangkat.

Dilansir laman The Verge, Selasa (13/7/2021), perusahaan mencantumkan Box, Layanan Pos AS, BMW, Facebook, dan American Express sebagai pelanggan.

RiskIQ awalnya didirikan pada 2009 dan secara bertahap menjadi pemain penting dalam menganalisis ancaman keamanan.

Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)
Ilustrasi keamanan internet. (Pixabay)

Microsoft belum menyusun rencana terperinci tentang bagaimana ia akan mengintegrasikan RiskIQ ke dalam penawaran keamanannya sendiri.

Tapi, perusahaan akan menggunakan perangkat lunak RiskIQ di Microsoft 365 Defender, Microsoft Azure Defender, dan Microsoft Azure Sentinel.

"RiskIQ telah membangun basis pelanggan yang kuat dan komunitas profesional keamanan yang akan terus kami dukung, pelihara, dan kembangkan," kata Eric Doerr, wakil presiden keamanan cloud di Microsoft.

Baca Juga: Ditemukan Bug Windows 10, Celah Bagi Hacker untuk Ambil Alih PC

Menurutnya, teknologi dan tim RiskIQ akan menjadi tambahan yang kuat untuk portofolio keamanan Microsoft untuk melayani pelanggan.

Microsoft secara bertahap mengembangkan dan meningkatkan alat keamanannya di tengah pertempuran sengit dengan ransomware.

Bahkan, perusahaan telah mengakuisisi ReFirm Labs bulan lalu untuk membantu melindungi server dan perangkat Internet of Things dari serangan keamanan.

Ilustrasi kejahatan siber [Shutterstock].
Ilustrasi kejahatan siber [Shutterstock].

Akuisisi ini terjadi setelah berbulan-bulan serangan ransomware yang merepotkan.

Grup ransomware REvil yang terkait dengan Rusia telah mendatangkan malapetaka dengan ransomware dan serangan rantai pasokan dalam beberapa minggu terakhir.

Industri keamanan masih belum pulih dari peretasan SolarWinds canggih yang menembus segalanya mulai dari Microsoft hingga lembaga pemerintah AS.

Itulah langkah Microsoft dalam menghadapi ancaman Ransomware dengan mengakuisi perusahaan keamanan siber. (Suara.com/ Dythia Novianty).

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Local Media Community secara resmi telah menyusun aspirasi sekaligus masukan kepada pemerintah, khususnya kepada Dirjen ...

internet | 11:12 WIB

DTI Series 2026 resmi dibuka di JICC, Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital te...

internet | 18:28 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB