Internet

Saingan Twitter, India Punya Media Sosial Sendiri

Berselisih dengan Twitter, India populerkan aplikasi media sosial ini.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Twitter. (Unsplash/Claudio Schwarz)
Ilustrasi Twitter. (Unsplash/Claudio Schwarz)

Hitekno.com - India menjadi salah negara yang sangat ketat menjaga warganya di internet. Tak terkadang tegas  memblokir aplikasi hingga media sosial dari luar negeri.

Seperti paling terkini, pemerintah India sempat berselisih dengan Twitter bahkan hingga mempopulerkan aplikasi sebagai alternatif.

Yakni Koo, aplikasi media sosial dari negara tersebut yang dihadirkan sebagi alternatif Twitter.

Dikutip dari Gizmochina, Jumat (12/2/2021), Koo kini kerap digunakan para pejabat pemerintah dan politisi di India.

Sama dengan Twitter, Koo juga menampilkan burung sebagai logo aplikasinya. Jika logo burung Twitter berwarna biru, maka burung Koo berwarna kuning.

Selain kesamaan di logo, Koo juga menampilkan beberapa fitur mirip dengan Twitter. Aplikasi ini memiliki jumlah karakter terbatas ketika kamu mau mengunggah status, sama dengan Twitter.

Koo juga memiliki fitur yang difungsikan untuk retweet atau quote tweet dengan sebutan re-koo atau re-koo with comment.

Aplikasi Koo. [Google Play Store]
Aplikasi Koo. [Google Play Store]

 

Tampilan antarmuka Koo juga dikatakan sama dengan Twitter, yakni empat tab untuk melihat mention, pencarian atau profil pengguna.

Perbedaannya hanya terletak di ikon untuk share lebih cepat. Di dalam unggahan Koo, kamu akan melihat sebuah ikon Facebook dan WhatsApp sebagai shortcut cepatnya. Sementara Twitter tidak menampilkan ikon tersebut.

Koo telah dirilis sejak 28 Mei 2020 lalu. Saat pertama kali install, Koo akan memunculkan halaman yang menampilkan bahasa Inggris serta lima bahasa India lainnya.

Hingga saat ini, Koo telah diunduh lebih dari 1 juta kali di Google Play Store.

Sebagai informasi, Twitter saat ini sedang berselisih dengan pemerintah India. Hal ini dikarenakan banyak pengguna Twitter di India yang memprotes kebijakan UU baru yang diklaim merugikan para petani.

Pemerintah India mengklaim beberapa akun Twitter menggunakan tagar tertentu, sebagai bentuk protes dan meminta media sosial tersebut untuk menghapus akun mereka.

Namun, Twitter menolak usulan tersebut. Alasannya, melarang akun tersebut dinilai tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di India.

Itulah Koo, aplikasi media sosial alternatif Twitter yang dipopulerkan pemerintah India. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait