Huawei RuralStar, Tawarkan Solusi Koneksi Wilayah Terpencil Indonesia

Saat ini, ada lebih dari 83.218 desa belum terjangkau oleh jaringan 3G, dan 6.790 di antaranya bahkan belum terjangkau oleh jaringan 2G

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Posted: Minggu, 20 Desember 2020 | 09:30 WIB
Logo Huawei. (Huawei)

Logo Huawei. (Huawei)

Hitekno.com - Huawei RuralStar dikenalkan sebagai solusi inovatif yang diklaim cocok untuk wilayah terpencil Indonesia yang belum terkoneksi. Seperti wilayah-wilayah pedesaan hingga yang jauh dari perkotaan.

Demikian penuturan Alex Xing, Chief ology Officer untuk Huawei Indonesia, pada sesi pertama diskusi panel yang diselenggarakan oleh media telekomunikasi Selular secara virtual pada Selasa (15/12) kemarin.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari gelaran tiga hari Digital Telko Outlook 2021 yang diselenggarakan dengan mengambil latar belakang kondisi melemahnya perekonomian sebagai dampak dari pandemi yang melanda global.

Baca Juga: Tawarkan Video Conference dengan AI, Huawei IdeaHub Dikenalkan di Indonesia

Sejumlah pihak, seperti para pengambil kebijakan serta pakar di industri terkait turut berpartisipasi dalam diskusi yang mengupas berbagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi dalam upaya pengembangan jaringan internet di berbagai wilayah di Indonesia.

"Penerapan RuralStar bisa menjadi sebuah ‘keajaiban mobilitas’ bagi wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh dengan konektivitas," ujar Alex Xing.

"Solusi teknologi ini menghadirkan beragam inovasi, salah satu contohnya adalah penggunaan teknologi surya yang hemat energi sebagai solusi ketika muncul permasalahan terutama bagi wilayah-wilayah yang belum tersentuh oleh energi listrik. Solusi cell-site yang dilengkapi dengan kapabilitas untuk mencukupi kebutuhan energi secara mandiri ini mampu menangkap energi cahaya dan panas yang dipancarkan oleh matahari, terlebih bagi negara-negara yang terletak di sekitar ekuator, guna menghadirkan konektivitas jaringan yang berkesinambungan," imbuhnya.

Baca Juga: Berkat 5G, Pangsa Pasar Huawei dan ZTE Menunjukkan Kinerja Positif

Solusi ini mendukung pengembangan jangkauan jaringan seluler nasional yang makin luas, dengan konsumsi daya yang makin rendah dibandingkan solusi cell-site standar yang ada saat ini.

Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)
Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)

Selain itu, konsumsi daya pada komponen base band dan unit radio yang terdapat pada situs pemancar seluler ini lebih rendah dibandingkan dengan pada BTS makro standar lainnya, karena suplai energinya berasal dari panel surya, alih-alih dari generator disel yang mahal. Dengan demikian, biaya energi dan emisi CO2 bisa ditekan sedemikian rupa, imbuh Alex.

Saat ini, ada lebih dari 83.218 desa dengan 6.790 di antaranya bahkan belum terjangkau oleh jaringan 2G, 6.212 desa belum terjangkau oleh jaringan 3G, sementara sebanyak 12.548 belum terjangkau oleh jaringan 4G.

Baca Juga: ITB Sabet Juara di Final Huawei ICT Competition Tingkat Dunia

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menekan angka kesenjangan digital ini, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terjangkau, yakni di daerah-daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Guna mewujudkan pemerataan jangkauan konektivitas secara umum, pemerintah sendiri menargetkan komitmennya untuk menghadirkan konektivitas hingga di wilayah-wilayah yang belum terjangkau dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Dengan adanya kebutuhan untuk mewujudkan pemerataan konektivitas broadband untuk semua, serta menimbang kendala yang besar apabila menggelar jaringan internet kabel fiber, juga tingginya keterbatasan akibat adanya koneksi warisan pada akses fixed wireless, Alex menuturkan, "Solusi ini sangat cocok untuk dimanfaatkan di sekolah-sekolah, area-area publik, hingga bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil."

Pada intinya, penerapan solusi Huawei RuralStar akan mampu memangkas TCO sekaligus menghadirkan konektivitas dengan biaya murah bagi daerah-daerah terpencil.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Bersama Huawei Membangun Jaringan Transport 5G Ready

Saat ini, proyek "RuralStar" telah berjalan secara komersial di lebih dari 110 jaringan di lebih dari 50 negara dan menjangkau setidaknya 50 juta penduduk dunia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah terpencil dengan proses penggelaran lapangan yang simpel, instalasi yang mudah, desain hemat energi dan dilengkapi dengan teknologi baterai yang mutakhir.

Itulah proyek Huawei RuralStar yang ditawarkan sebagai solusi konektivitas wilayah terpencil oleh Huawei Indonesia. 

Berita Terkait
Berita Terkini

Asia Tenggara Menunjukkan Kesadaran Keamanan Email Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya...

internet | 13:27 WIB

NVIDIA bekerja sama dengan Komputer Medan menggandeng tiga perguruan tinggi terkemuka di Kota Medan....

internet | 13:58 WIB

Melalui RUPS, Arkadia Digital Media melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama 2023....

internet | 11:18 WIB

pentingnya memahami tentang bahaya yang mengancam pusat data dan bagaimana penanggulangannya....

internet | 11:34 WIB

Ingin mencoba trading kripto? Berikut adalah 5 opsi crypto wallet yang layak dicoba....

internet | 16:37 WIB