Internet

Dianggap Sebabkan Limbah Makanan, Belasan Ribu Akun Konten Mukbang Ditutup

Konten mukbang tersebut dianggap menyebabkan limbah makanan di China.

Dinar Surya Oktarini

llustrasi mukbang. (Unsplash/ Szabo Viktor)
llustrasi mukbang. (Unsplash/ Szabo Viktor)

Hitekno.com - Baru-baru ini China mengalami masalah serius karena limbah makanan yang ada di negara mereka, karena hal tersebut belasan ribu akun mukbang ditutup oleh organisasi pengawas internet China

Konten mukbang tersebut dianggap menyebabkan limbah makanan di China.

Jumlah limbah makanan di China rupanya membuat Presiden Xi Jinping prihatin dan mengambil tindakan tegas. Beberapa kebijakan yang diambilnya termasuk mengurai limbah makanan dengan menggunakan sejumlah metode.

Terbaru, pemerintah setempat juga rupanya memberikan batasan terhadap tren makan besar alias mukbang yang menjadi salah satu konten populer di China.

Dikutip Suara.com dari laman South China Morning Post (SCMP), Jumat (4/9/2020), pemerintah China menggandeng organisasi bernama Cyberspace Administration of China untuk mengawasi konten kulineran di internet.

Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)
Ilustrasi mukbang(Pixabay/Free Photos)

Dari pemeriksaan berkala, akhirnya sebanyak belasan ribu akun terpaksa diblokir atau ditutup dari internet. Tentu saja, alasan pemerintah bukan lain karena akun-akun tersebut dianggap melanggar kebijakan.

Pemerintah setempat menganggap bahwa video mukbang ini membuat orang-orang termotivasi untuk membeli banyak makanan tanpa menyantapnya sampai habis melainkan hanya digunakan sebagai bahan konten.

Bagi Anda yang belum familiar, mukbang sebenarnya merupakan budaya makan dalam jumlah cukup banyak dari Korea Selatan.

Konten mukbang ini populer pada tahun 2010 dan tren tersebut seiring berjalannya waktu semakin diminati banyak orang dari berbagai belahan dunia, termasuk China.

Di China sendiri, konten mukbang sangat sering diunggah melalui situs bernama Douyin dan juga Kuaishou. Sejumlah situs berbagi video di China telah memberikan peringatan dalam kata pencarian mukbang, kompetisi makan dan juga mukbang.

Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menyantap makanan dengan porsi normal. Selain itu, tersirat pesan yang menghimbau warga masyarakat China untuk menghargai dan tidak membuang-buang makanan.

Beberapa orang mendukung gerakan tersebut tapi tidak sedikit pula yang menolak kebijakan pemerintah China itu.

Menurut mereka yang menolak, seharusnya pemerintah tidak memiliki hal untuk mengatur porsi makan seseorang di negara mereka.

Ternyata bukan kali pertama China mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan limbah makanan. Tahun 2013 silam, sempat muncul kampanye 'Clean Plate' yang dikeluarkan oleh pemerintah Beijing.

Kebijakan 'Clean Plate' ini tentu saja memiliki tujuan agar warga masyarakat bertindak bijak dan mengurangi limbah makanan dari berbagai acara seperti festival atau pesta.

Kebijakan 'Clean Plate' ini tentu saja bertujuan agar warga bertindak bijak dan mengurangi limbah makanan dari berbagai acara seperti festival. (Suara.com/Arendya Nariswari)

Berita Terkait