Internet

Andalkan Keahlian Menyusun Topik, Google Siapkan Pesaing Pinterest

Aplikasi Keen ini digadang-gadang sebagai calon pesaing aplikasi Pinterest

Dinar Surya Oktarini

Logo Google. (Instagram/@google)
Logo Google. (Instagram/@google)

Hitekno.com - Salah satu tim Google yang dinamakan Tim Area 12o ini merupakan sebuah inkubator internal yang menghasilkan aplikasi dan layanan eksperimantalkini mengenalkan aplikasi Keen

Aplikasi Keen ini digadang-gadang sebagai calon pesaing aplikasi Pinterest yang memanfaatkan keahlian pembelajaran mesin pencari raksasa untuk menyusun topik. 

Apllikasi anyar ini tersedia di web dan Android, salah satu pendiri CJ Adams mengatakan, Keen bertujuan untuk menjadi alternatif browsing feed online “tanpa berpikir”.

"Pada Keen [...] Anda mengatakan apa yang ingin Anda habiskan lebih banyak waktu, dan kemudian membuat konten dari web dan orang yang Anda percayai untuk membantu mewujudkannya," tulis Adams dalam sebuah posting blog.

“Anda membuat‘ tajam', bisa mengenai topik apa saja, apakah itu membuat roti lezat di rumah, masuk ke rumah birding atau meneliti tipografi. Keen memungkinkan Anda membuat konten yang Anda sukai, membagikan koleksi Anda kepada orang lain, dan menemukan konten baru berdasarkan apa yang telah Anda simpan," tulis perusahaan.

Hampir setiap umpan media sosial yang ditelusuri sedang mencoba mempersonalisasikan kontennya untuk kepentingan Anda dengan satu atau lain cara.

Pinterest telah menangkap sisi hobi yang berfokus pada pasar ini dengan desain visual bergaya pinboard, dua karakteristik yang coba ditiru oleh Keen.

Jadi, apa yang dimiliki Keen yang tidak dimiliki Pinterest? Ya, untuk yang satu ini memiliki keahlian Google dalam pembelajaran mesin, yang menurut Adams akan memunculkan "konten bermanfaat yang terkait dengan minat Anda."

"Bahkan jika Anda bukan seorang ahli dalam suatu topik, Anda dapat menyimpan beberapa 'permata' yang menarik atau tautan yang menurut Anda sangat membantu," kata Adams dilansir laman The Verge, Jumat (19/6/2020).

Tetapi tidak seperti Pinterest juga tidak berinvestasi banyak dalam AI. Dan sementara kemampuan pembelajaran mesin untuk menemukan pola dalam data melebihi pola manusia di banyak bidang, dalam hal hobi dan minat.

Tetapi ada juga pertanyaan tentang apa yang dihasilkan Google sendiri dari proyek ini dalam hal data. Perusahaan tidak pernah dapat menembus ruang sosial, tempat aktivitas online yang menghasilkan sejumlah data yang menguntungkan untuk menargetkan iklan.

Ilustrasi Pinterest. [Shutterstock]
Ilustrasi Pinterest. [Shutterstock]

Jejaring sosial gaya Pinterest akan benar-benar memungkinkannya untuk mengasah minat pengguna dan mengumpulkan informasi ini. Dan sepertinya data yang dikumpulkan oleh Keen sedang disusun dengan segala hal lain yang diketahui Google tentang pengguna.

Anda masuk ke Tertarik menggunakan akun Google dan mengklik tautan "privasi" situs hanya mengarahkan Anda ke kebijakan privasi Google-wide.

Bagaimanapun, menarik untuk melihat Google mendorong sistem pembelajaran mesinnya ke aplikasi yang lebih bervariasi. 

Namun sepertinya yang berusaha untuk menguatkan hobi adalah minat bukan algoritma semata. (Suara.com/Dythia Novianty)

Berita Terkait