Internet

Komentar Pengamat IT pada Serangan ke Bintang Emon di Media Sosial

Pengamat IT ini menyoroti adanya serangan akun anonim pada Bintang Emon justru semakin membuat proses hukum berjalan dengan penuh drama.

Agung Pratnyawan

Bintang Emon.(Instagram/ bintangemon)
Bintang Emon.(Instagram/ bintangemon)

Hitekno.com - Bintang Emon, komika yang sedang panas jadi pembicaraan karena kritikannya pada proses peradilan dalam kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Imbasnya, pria ini mendapat serangan di media sosial.

Akun media sosial milik pria bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra ini sempat dibanjii komentar mriing oleh akun anonim.

Lantas, bagaimana pakar teknologi melihat fenomena ini, dan dan siapa 'otak' dibalik akun anonim yang menyerang Bintang Emon?

"Orang boleh saja menduga-duga siapa yang ada di balik akun-akun yang memang dijadikan sebagai sarana utama berpolitik di Indonesia. Ada akun pro pemerintah dan ada akun kontra pemerintah. Namun untuk membuktikan hal itu perlu bukti yang kuat dan tak terbantahkan dan tidak bisa berdasarkan dugaan saja," beber Alfons A. Tanujaya, pengamat IT sekaligus founder Vaksincom kepada Suara.com, Kamis (18/6/2020).

Menurut Alfons, sikap yang dilakukan Bintang Emon bukanlah pembelaan terhadap satu pihak, melainkan bentuk ekspresi dirinya ketika melihat proses penanganan hukum yang dipenuhi intrik.

Ilustrasi [Suara.com/Iqbal Asaputro]
Ilustrasi [Suara.com/Iqbal Asaputro]

 

"Soal Bintang Emon kemungkinan dia bukan membela seseorang, tetapi menyuarakan sesuatu yang menurut dia kurang adil. Jadi jangan dilihat dari kasusnya tetapi dari proses peradilan yang dianggap kurang adil. Dan pihak pengadilan mungkin bisa menjadikan hal ini sebagai masukan dan kritik," lanjutnya.

Adanya akun anonim yang menyerang Bintang Emon, kata Alfons, justru semakin membuat proses hukum berjalan dengan penuh drama.

"Tetapi jangan juga digunakan sebagai alat untuk menjelek-jelekkan suatu pihak. Dalam kasus ini narasi yang dibangun adalah ada pihak yang ingin mengatur pengadilan untuk meringankan hukuman penyerang yang telah merugikan korban penyerangan secara sangat signifikan," terang Alfons.

Sebagai bentuk demokrasi, siapapun pada akhirnya bebas mengungkapkan pendapatnya. Tapi, tentu dengan mematuhi koridor-koridor yang ada.

"Yang menjadi masalah adalah pembuktian hukum semuanya dilakukan berdasarkan aturan hukum dan banyak sekali kasus dimana apa yang diputuskan oleh pengadilan tidak sesuai dengan harapan, namun memang pengadilan memutuskan berdasarkan fakta yang ada di persidangan. Namun ini adalah proses yang harus di hormati walaupun boleh di kritisi," pungkasnya.

Itulah tanggapan pengamat IT Alfons A. Tanujaya pada kasus serangan akun anomin pada Bintang Emon di media sosial. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

Berita Terkait