Internet

Data Center Nasional Diharapkan Selesai Dibangun Tahun Ini

Perlindungan Data Pribadi menjadi isu hangat belakangan ini setelah hacker mengklaim memiliki 2,3 juta data pemilih Indonesia dari KPU.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi data center. (Pixabay)
Ilustrasi data center. (Pixabay)

Hitekno.com - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan terkait Pusat Data Nasional  atau Data Center Nasional.

Diharapkan pembangunan Data Center Nasional bakal bisa diselesaikan pada tahun ini juga.

"Kita sedang mempersiapkan juga yang namanya Data Center Nasional. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita selesaikan, dan sudah mulai pembangunannya," ujar Semuel dalam siaran streaming Minggu (24/5/2020).

Sebelumnya, menanggapi dugaan kebocoran KPU, Jumat (22/5), data Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan bahwa Pusat Data Nasional Pemerintah tersebut akan mengintegrasikan data-data pemerintah dengan sistem keamanan yang berlapis yang memadai sesuai standard keamanan yang berlaku.

Plate berharap Pusat Data Nasional  atau Data Center Nasional tersebut akan mencegah terjadinya perpindahan data dari satu lembaga kepada lembaga lainnya dan akan memperkuat ketahanan data dan informasi nasional.

Ilustrasi data center. (Pixabay)
Ilustrasi data center. (Pixabay)

 

Sementara itu, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, berkomitmen mengamankan data pada aplikasi pelacakan kontak COVID-19 PeduliLindungi dengan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Kami koordinasi dengan BSSN, BSSN sudah menerapkan satu data seperti arahan Presiden jadi apapun fitur baru yang ada di aplikasi harus di-assesment dari BSSN sehingga yakin aman dan tidak membocorkan data pribadi," ujar Dirjen Semuel, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunkasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli.

Perlindungan Data Pribadi menjadi isu hangat belakangan ini setelah hacker mengklaim memiliki 2,3 juta data pemilih Indonesia dari KPU.

Sebelumnya, pada awal bulan ini e-commerce Tokopedia juga dikabarkan mengalami kebocoran data pengguna. Pada pertengahan bulan ini, giliran data pengguna e-commerce b to b Bhinneka yang dilaporkan bocor.

Kita tunggu saja pakah Data Center Nasional atau Pusat Data Nasional  bisa diselesaikan tahun ini juga. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait