Internet

Laporan Google: Orang Indonesia Masih Berkeliaran di luar Rumah

Google menemukan bahwa orang Indonesia masih pergi ke tempat kerja, mal, dan kafe.

Agung Pratnyawan

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (1/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Hitekno.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memberikan imbauan untuk di rumah saja. Begitu juga pemerintah mengimbau untuk tidak berkeliaran di luar rumah. Namun orang Indonesia tetap masih banyak yang berkeliaran di luar rumah.

Hal ini nampak dari data Google dalam studi terbarunya yang diterbitkan Jumat (3/4/2020). Diketahui terjadi penurunan aktivitas di luar rumah, namun masih banyak yang keluar rumah.

Dalam studinya itu Google meneliti lalu-lintas atau pergerakan orang dengan mengumpulkan data lokasi dari ponsel mereka. Data yang diambil berasal dari periode 16 Februari sampai 29 Maret kemarin.

Google menunjukkan bahwa orang Indonesia masih pergi ke tempat kerja, meski pemerintah dan banyak perusahaan sudah memutuskan agar para pegawai bekerja dari rumah saja. Tingkat kunjungan ke tempat kerja di Indonesia hanya turun 15 persen.

Penurunan terbesar terjadi pada kunjungan ke fasilitas transportasi umum seperti kereta api dan terminal bus, yang sebesar 54 persen, diikuti oleh tingkat kunjungan ke pantai, taman, dan lapangan terbuka yang sebesar 52 persen.

Dalam studi itu ditunjukkan bahwa tingkat kunjungan ke restoran, kafe, mal, dan bioskop hanya turun sebesar 47 persen. Sementara perjalanan ke pasar, toko makanan, apotek, dan swalayan hanya turun 27 persen.

Data hasil studi Google pada aktivitas orang Indonesia di luar rumah. (Google)
Data hasil studi Google pada aktivitas orang Indonesia di luar rumah. (Google)

 

Perilaku publik di Indonesia kontras jika dibandingkan dengan beberapa negara yang paling parah saat ini. Inggris, Prancis, dan Filipina misalnya penurunan kunjungan ke pusat rekreasi seperti restoran dan bioskop turun lebih 80 persen.

Situasi di Indonesia mungkin mirip dengan di Australia. Warga tetangga kita itu masih berkeliaran di luar rumah dan penurunan kunjungan ke pantai hanya sekitar 50 persen.

Sementara di Jepang dan Swedia, yang belum menerapkan penjarakan serta pembatasan sosial ketat, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi hanya turun sekitar 25 persen.

Lalu di Korea Selatan, negara yang sukses tanpa melakukan lockdown, penurunan perjalanan warga hanya turun sekitar 19 persen.

Itulah hasil studi Google pada aktivitas di luar rumah yang menunjukkan masih banyak orang Indonesia berkeliaran di luar rumah. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait