CEK FAKTA: Benarkah Jakarta Jadi Banyak Corona Karena Salah Pilih Gubernur?

Beredar postingan Facebook yang menyebut Jakarta jadi pusat virus corona karena salah pilih gubernur.

Agung Pratnyawan

Posted: Sabtu, 04 April 2020 | 18:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberikan keterangan kepada pers soal penanganan virus corona Covid-19 di ibu kota pada Kamis (26/3/2020) di Balai Kota. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberikan keterangan kepada pers soal penanganan virus corona Covid-19 di ibu kota pada Kamis (26/3/2020) di Balai Kota. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Hitekno.com - Beredar sbuah postingan di media sosial yang mengklaim Jakarta bisa jadi daerah paling banyak virus corona COVID-19 karena salah pilih gubernur.

Klaim itu beredar usai seorang pengguna Facebook bernama Bunga Indah menulis status di Facebook.

Akun Facebook ini mengunggah gambar dengan tulisan yang mengklaim Jakarta bisa serperti itu karena salah pilih gubernur.

Dalam statusnya itu, ia mengatakan, "Jakarta menjadi daerah yang paling banyak terinfeksi virus COVID-19 karena salah pilih gubernur."

Status itu pun sempat viral karena mendapat 239 komentar. Namun, apakah tuduhan tersebut benar?

Klarifikasi Turn Back Hoax soal tuduhan hoaks (Instagram).
Klarifikasi Turn Back Hoax soal tuduhan hoaks (Instagram).

PENJELASAN

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, dapat dipastikan bahwa tidak benar provinsi DKI Jakarta menjadi pusat virus corona karena salah memilih gubernur.

Memang benar DKI Jakarta menjadi pusat penyebaran virus corona. Namun, sebabnya bukan karena masyarakat Jakarta salah memilih gubernur, melainkan karena tingkat mobilitas di Jakarta sangat tinggi sehingga virus terbawa masuk.

Selain itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena DKI Jakarta memiliki banyak pintu masuk.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), selain DKI Jakarta, ada empat provinsi lain dengan jumlah kasus COVID-19 yang cukup tinggi yaitu di atas 50 kasus. Provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Netflix Gratis Tiga Bulan Selama Pandemi?

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, dapat dipastikan bahwa tuduhan yang dilakukan oleh Bunga Indah terbukti tidak benar. Status yang ia tulis memuat informasi yang menyesatkan karena tidak berdasarkan fakta.

Itulah hasil cek fakta postingan Facebook yang mengklaim Jakarta jadi banyak virus corona COVID-19 karena salah pilih gubernur, yang ternyata salah dan termasuk konten menyesatkan. (Suara.com/ Ruhaeni Intan).

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Rencana Pemerintah menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition/FR) untuk registrasi kartu SIM mulai 2026 men...

internet | 17:49 WIB

Netflix mengumumkan kerja sama terbaru dan pertama kalinya dengan Dee Lestari....

internet | 11:35 WIB

Baik menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, maupun langsung melalui browser tanpa m...

internet | 23:19 WIB

Salah satu cara terbaik memaksimalkan fungsi WhatsApp Business adalah dengan menggunakan chatbot, yang mampu menjawab pe...

internet | 22:44 WIB

Voucher juga menjadi strategi efektif bagi penjual untuk meningkatkan minat beli, memperbesar nilai transaksi, serta men...

internet | 20:35 WIB