Satya Nadella Girang Jokowi Sambut Investasi Microsoft dengan Aturan Khusus

Ketika ditanya soal besarnya investasi Microsoft di Indonesia, CEO Microsoft ini mengelak menjawab.

Agung Pratnyawan

Posted: Jum'at, 28 Februari 2020 | 07:37 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella. (Microsoft)

CEO Microsoft Satya Nadella. (Microsoft)

Hitekno.com - CEO Microsoft, Satya Nadella menyambut baik rencana pemerintah Indonesia yang menyiapkan regulasi sederhana guna menampung investasi pusat data atau data center.

Satya Nadella juga merasa senang dengan disiapkannya regulasi untuk menyambut investasi data center Microsoft di Indonesia.

Ditemui usai acara Digital Economy Summit //DevCon/ di Jakarta, Kamis (27/2/22020) ia mengatakan rencana pemerintah Indonesia untuk membuat regulasi yang mendukung investasi di bidang data center tersebut merupakan hal yang baik untuk iklim investasi.

Baca Juga: Microsoft Bakal Bangun Data Center di Indonesia, Jokowi Akan Siapkan Aturan

"Ini sangat penting, bukan untuk kami, tapi, bagus untuk Indonesia karena mereka punya kepercayaan terhadap orang-orang yang membangun infrastruktur," kata CEO Microsoft.

Ketika ditanya soal besarnya investasi Microsoft di Indonesia, Satya Nadella  mengelak menjawab.

Ia berkelit dengan mengatakan bahwa yang penting bukan berapa berapa banyak investasi, melainkan apa yang akan dihasilkan untuk mendukung perkembangan teknologi lokal.

Baca Juga: CEO Microsoft Satya Nadella Sambangi Indonesia, dalam Rangka Apa?

"Hal yang lebih penting, bagaimana investasi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa," kata Satya Nadella .

Saat kembali didesak soal besarnya investasi, Satya Nadella  menjawab singkat, "Kami berinvestasi dalam jumlah yang siginifikan."

Pada Januari lalu pemerintah Indonesia menyatakan Microsoft akan berinvestasi senilai 1 miliar dolar dalam bidang pusat data.

Baca Juga: Terungkap, Bill Gates Pendiri Microsoft Punya Simpanan Saham di Apple

Sebelumnya di tempat yang sama Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan membuat sebuah aturan sederhana untuk menerima investasi Microsoft, sampai RUU Perlindungan Data Pribadi yang turut mengatur soal pusat data disahkan.

RUU Perlindungan Data Pribadi masih dibahas pemerintah bersama DPR dan ditargetkan rampung tahun ini. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Baca Juga: Resmi Pensiun, Microsoft Hentikan Support ke Windows 7

Berita Terkait
Berita Terkini

Asia Tenggara Menunjukkan Kesadaran Keamanan Email Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya...

internet | 13:27 WIB

NVIDIA bekerja sama dengan Komputer Medan menggandeng tiga perguruan tinggi terkemuka di Kota Medan....

internet | 13:58 WIB

Melalui RUPS, Arkadia Digital Media melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama 2023....

internet | 11:18 WIB

pentingnya memahami tentang bahaya yang mengancam pusat data dan bagaimana penanggulangannya....

internet | 11:34 WIB

Ingin mencoba trading kripto? Berikut adalah 5 opsi crypto wallet yang layak dicoba....

internet | 16:37 WIB