Internet

Video Kontroversial QoryGore Dihapus Youtube dan Dihujat Netizen

Wah bisa menjadi Paul Logan 2.0 tidak ya?

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)
Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)

Hitekno.com - Video yang diunggah oleh Qorygore mengenai hutan bunuh diri di Jepang menuai kontroversi. Berjudul ''TERLALU BARBAR! Aokigahara Jepang Berujung Ngilang'' bahkan telah dihapus oleh pihak YouTube.

Sebelumnya, netizen juga banyak yang menghujat QoryGore karena menampakkan mayat dan ''memonetisasinya''.

Mereka menganggap Qorygore sudah melangkah terlalu jauh karena memperlihatkan mayat agar memperoleh banyak View di YouTube.

Hal yang menjadi masalah karena di belakang hal tersebut, video di hutan bunuh diri Jepang adalah konten yang bersponsor.

Banyak yang menganggap bahwa Qorygore tak mengunggah konten yang tidak pantas dan hanya memikirkan jumlah view dari YouTube.

Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)
Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)

 

Di dalam video tersebut, Qoregore sebelumnya dilarang oleh Ewing untuk masuk setelah melihat ''benang'' di dalam hutan.

Ewing menjelaskan bahwa benang atau topi menandakan bahwa itu adalah ''tanda'' bagi privasi seseorang sebelum mereka bunuh diri.

Tanda itu juga memudahkan pihak berwenang untuk mencari mayat orang yang bunuh diri.

Namun sayangnya, Qorygore justru masuk dan mengunggah video mayat di hutan bunuh diri.

Adegan tersebut memancing kontroversi di tengah netizen. Akun Twitter @vngnc mengunggah screen capture video Youtube hutan bunuh diri milik Qorygore sudah ditutup.

Banyak netizen yang menanggapi ditutupnya video di hutan bunuh diri milik Qorygore. Berikut beberapa komentar netizen setelah video milik Qorygore ditutup:

1. Wah, fans lama dari Qorygore jadi kecewa.

Komentar netizen. (Twitter)
Komentar netizen. (Twitter/ ifanardnsyh)

 

2. Kok jadi kompleks gini ya?

Komentar netizen. (Twitter)
Komentar netizen. (Youtube/ Ilham Musyafa)

 

3. Harus didengar berkali-kali sepertinya.

Komentar netizen. (Twitter)
Komentar netizen. (YouTube/ Akhlis Sofyan)

 

4. Zaman edan mungkin ya?

Komentar netizen. (Twitter)
Komentar netizen. (Twitter/ ain_mutmainnah)

 

5. Sangat menakutkan, bahkan sampai ditutup YouTube.

Komentar netizen. (Twitter)
Komentar netizen. (Twitter/ Clay_machine)

 

Mereka memang tidak menjelaskan video tersebut memiliki izin atau tidak. Namun Qorygore mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah memiliki izin untuk membuat video di hutan bunuh diri Jepang.

Ia mengakui bahwa karakter di videonya terlalu ''tengil'' sehingga memicu penonton dan netizen ''ter-trigger''.

Klaim Qorygore, pihak perusahaan asal Jepang yang mensponsori Qorygore sebenarnya memperbolehkannya untuk mengambil video mayat, dengan catatan ''diblur''.

Ia mengakui bahwa ia sudah menutupi adegan yang memperlihatkan mayat dengan sensor.

Mayat juga tertutup dengan jas hujan sehingga Qorygore menganggapnya sudah sesuai aturan.

Dia juga tidak terlalu mendekati mayat dan langsung kabur karena merasa ''respect'' dengan sang mayat.

Qorygore merasa dia sudah menaati arahan yang diberikan oleh pihak dari Jepang.

Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)
Klarifikasi Qorygore pada radio Singham. (YouTube/ Eno Bening)

 

Ia juga menjelaskan bahwa video yang dia unggah tidak memperlihatkan secara otentik bahwa itu adalah mayat.

Secara tersirat, penampakan itu bisa terlihat seperti mayat atau bukan mayat.

Itu adalah trigger Qorygore agar orang-orang yang melihat bisa bertanya,'' itu mayat atau bukan?''

Qorygore merasa harus memperlihatkan adegan itu karena tidak mungkin ia sudah jauh-jauh ke sana namun hanya memperlihatkan batang pohon.

Untuk netizen, ia merasa bersalah karena tidak memberitahukan sebelumnya bahwa ia sudah mendapatkan izin dari pihak perusahaan Jepang dan pihak pengelola hutan.

Dia juga mengklaim bahwa perusahaan dan pihak pengelola hutan sudah berkomunikasi sehingga mendapatkan izin.

Akhirnya, Qorygore meminta netizen tidak menghakiminya karena ''ketengilan'' dan ia merasa bersalah karena belum menjelaskan mengenai aturan yang  sudah ia dapatkan. 

Berita Terkait