Google Didenda 72,8 Triliun, Ini Komentar Bos Google

Uni Eropa menyebutnya praktik illegal karena Google membayar pabrikan perangkat smartphone untuk secara eksklusif membenamkan fitur pra-instal Google Search.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Posted: Jum'at, 20 Juli 2018 | 15:00 WIB
Sumber: Fast Company

Sumber: Fast Company

Hitekno.com - Google menerima denda anti monopoli oleh Uni Eropa senilai 4,3 miliar euro atau Rp 72,8 triliun. Selain Google didenda Rp 72,8 triliun, Google diberi perintah oleh Uni Eropa untuk mengubah sistem pada fitur aplikasi pencarian dan web-bowrser di perangkat seluler.

Hukuman itu jauh lebih tinggi daripada yang dikeluarkan oleh otoritas anti monopoli AS, Cina, atau negara besar lainnya. Google diberi tenggat waktu hingga pertengahan bulan Oktober untuk menghentikan "praktik illegalnya".

Uni Eropa menyebutnya praktik illegal karena Google membayar pabrikan perangkat smartphone untuk secara eksklusif membenamkan fitur pra-instal Google Search.

Selain itu Google mencegah mereka menjual ponsel menjalankan versi modifikasi Android lainnya.

Sumber: Security Luxembourg
Margrethe Vestager dari European Commissioner for Competition [Sumber: Security Luxembourg].


Jika Google tidak menaati aturan tersebut, Google akan menghadapi denda 5 persen dari pendapatan rata-rata harian setiap hari. Dilansir dari Boomberg, berdasarkan pendapatan tahunan Google, perusahaan itu dapat melunasi denda hanya dengan penghasilannya selama 16 hari.

Seperti yang telah diketahui bahwa pendapatan tahunan Google tahun 2017 mencapai 110,9 miliar dolar AS atau Rp 1.600 triliun. Uni eropa juga menyebut Apple dalam tuntutannya.

Mereka menyebut Apple sebagai pesaing teratas "tidak cukup membatasi" monopoli yang digunakan oleh Google.

Sumber: advisor
Sumber: advisor


Apple juga telah menginstal sejumlah aplikasi pada model iPhone-nya. Google mengatakan akan mengajukan banding atas putusan Uni Eropa segera. Kabar tersebut datang dari cuitan CEO Google, Sundar Pichai.

Cuitan tersebut mengarah pada postingan di blog resmi milik Google. Dalam pernyataan resmi di blognya, Pichai berargumen bahwa sangat mudah bagi pengguna untuk menginstal aplikasi alternatif jika tidak menginginkan Google Search.


Keputusan Uni Eropa bisa "mengganggu keseimbangan" yang ada antara Google dan Android. Google memungkinkan pembuat ponsel menggunakan perangkat lunak open source secara gratis., namun menghasilkan pendapatan iklan ketika konsumen menggunakan aplikasinya.

Baca Juga: Misteri Google Translate yang Belum Terpecahkan Hingga Kini

Meski Google didenda Rp 72,8 triliun, banyak pihak menilai bahwa mereka tak akan bangkrut mengingat pendapatannya sangat besar.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Baik menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, maupun langsung melalui browser tanpa m...

internet | 23:19 WIB

Salah satu cara terbaik memaksimalkan fungsi WhatsApp Business adalah dengan menggunakan chatbot, yang mampu menjawab pe...

internet | 22:44 WIB

Voucher juga menjadi strategi efektif bagi penjual untuk meningkatkan minat beli, memperbesar nilai transaksi, serta men...

internet | 20:35 WIB

Banyak pengguna ingin mengganti nada dering bawaan HP Samsung dengan musik atau suara favorit agar lebih mudah dikenali ...

internet | 19:35 WIB

Cara mudah untuk mengundang teman di TikTok....

internet | 19:32 WIB