Internet

WeChat Luncurkan Fitur Perceraian di Cina

Mengurus gugatan cerai kini semakin mudah untuk pengguna WeChat di Cina.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

WeChat
WeChat

Hitekno.com - WeChat, aplikasi paling populer di Cina telah memberikan inovasi yang sangat kreatif dibandingkan dengan layanan sejenis. Sekarang orang-orang yang tinggal di provinsi Guangdong, Cina dapat mengajukan gugatan cerai melalui aplikasi ini.

Pasangan yang tidak ingin hidup bersama dapat membuat janji dengan kantor perceraian setempat melalui layanan yang ada di WeChat.

Dikutip dari Business Insider, untuk mengakses layanan, pengguna harus mengakses opsi dokumen pribadi, dan kemudian pilih sub menu "Marriage". Di dalam menu tersebut terdapat pilihan “Buat janji untuk daftar perceraian”.

Sumber: WeChat
Sumber: Twitter

Setelah itu, orang yang menginginkan perceraian dapat memasukkan informasi pribadi pasangan, termasuk nama dan alamat. Terakhir, pengguna melanjutkan membuat janji dengan pencatatan perceraian setempat.

Meskipun di negara lain WeChat biasanya digunakan sebagai aplikasi perpesanan biasa. Namun di Cina nampaknya WeChat dapat menjadi semacam "aplikasi super".

Hal itu dibuktikan dimana dengan aplikasi tersebut pengguna dapat melakukan sejumlah besar tindakan seperti mengobrol, membeli barang, bermain, bahkan yang terakhir seperti mengurus perceraian dapat dilakukan melalui WeChat.

Sumber: WeChat
Sumber: Liveabout

Sebelumnya pengguna di provinsi tersebut dapat memperoleh lisensi mengemudi, mengurus paspor, dan mengelola dokumen pajak mereka. Mereka juga dapat meminta surat nikah.

Meskipun layanan tersebut baru tersedia di Provinsi Guangdong, tidak menutup kemungkinan akan digunakan oleh semua daerah di Cina.

Kemungkinan kompetitor layanan perpesanan online seperti WhatsApp atau Facebook Messenger menawarkan layanan serupa sepertinya sangat kecil.

Tidak seperti di Cina, pengguna perpesanan online di negara lain termasuk Indonesia memiliki keberatan lebih besar ketika memberikan informasi pribadi secara spesifik kepada perusahaan teknologi.

Hitekno.com/Rezza Dwi Rachmanta

Berita Terkait