Geek

Manga Hunter x Hunter Kemungkinan Tertunda, Ini Penyebabnya

Apakah terkait kondisi kesehatan mangaka Hunter x Hunter?

Agung Pratnyawan

Hunter x Hunter - Gon Freecss. (fandom)
Hunter x Hunter - Gon Freecss. (fandom)

Hitekno.com - Diwartakan sebelumnya, manga Hunter x Hunter kembali dari hiatusnya. Dipastikan Yoshihiro Togashi sebagai mangaka akan melanjutkan manga tersebut.

Namun penggemar manga Hunter x Hunter tampaknya harus bersabar, sebab chapter baru manga tersebut kemungkinan akan tertunda. 

Dilansir dari Sportskeeda, pencipta Hunter x Hunter, Yoshihiro Togashi, dikabarkan sedang tidak dalam kondisi kesehatan yang baik.

Togashi wajib dan terpaksa istirahat dari menggambar manga karena bisa berdampak negatif pada kesehatannya.

Penggemar diminta untuk memaklumi masalah tersebut apalagi belum lama ini, pecinta manga dibuat sedih dengan kabar kematian Kentaro Miura, pencipta Berserk.

Kabar kemungkinan tertundanya manga Hunter x Hunter ini sudah disampaikan oleh sang penulis.

Yoshihiro Togashi sudah menulis tweet di mana ia mengungkapkan kesulitannya dalam menyelesaikan sketsa untuk manga.

Hunter X Hunter. (Fandom)
Hunter X Hunter. (Fandom)

Fan Hunter x Hunter percaya bahwa ini dapat menyebabkan kemungkinan penundaan lainnya. 

Yoshihiro Togashi menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya tidak membaik dan dia disarankan oleh dokter untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk pemulihannya. 

Tweet terbaru mangaka Hunter x Hunter juga menyebutkan bahwa dia hampir tidak memiliki kekuatan di tangan kanannya. 

Meskipun dia mengatakan bahwa dia berhasil menyelesaikan sebuah panel, penggemar dapat mengharapkan manganya ditunda lebih lanjut.

Beruntung, seluruh fanbase cukup khawatir dengan mangaka favorit mereka. 

Mereka perlahan-lahan memahami bahaya kesehatan yang dihadapi penulis.

Namun, seluruh fandom berharap dia segera pulih dari cedera atau masalah kesehatan yang dia hadapi saat ini.

Bahkan banyak penggemar Hunter x Hunter meminta Yoshihiro Togashi untuk fokus dalam memulihkan kesehatannya terlebih dahulu.

Kontributor: Damai Lestari

Berita Terkait