Era HP Super Tipis Berakhir, Penjualan iPhone Air dan Galaxy Edge Anjlok

Kegagalan iPhone Air dan Samsung Galaxy S25 Edge dari dua merek terbesar ini menandakan titik balik dalam tren desain ponsel pintar, di mana inovasi estetika tidak lagi bisa mengalahkan fungsionalitas praktis.

Hairul Alwan

Posted: Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:39 WIB
Samsung Galaxy S25 Edge. [Samsung Indonesia]

Samsung Galaxy S25 Edge. [Samsung Indonesia]

Hitekno.com - Dua raksasa teknologi, Apple dan Samsung, tampaknya telah menerima pesan keras yang sama dari pasar: era ponsel super tipis yang mengorbankan fitur esensial telah berakhir.

Data penjualan yang mengecewakan untuk iPhone Air dan Samsung Galaxy S25 Edge menjadi bukti nyata bahwa konsumen lebih memprioritaskan daya tahan baterai dan kemampuan kamera daripada sekadar bodi yang ramping.

Kegagalan iPhone Air dan Samsung Galaxy S25 Edge dari dua merek terbesar ini menandakan titik balik dalam tren desain ponsel pintar, di mana inovasi estetika tidak lagi bisa mengalahkan fungsionalitas praktis.

Apple Pangkas Produksi, Samsung Hentikan Seri

iPhone Air. [Apple]
iPhone Air. [Apple]

Kenyataan pahit pertama datang dari Samsung. Menurut laporan dari NewsPim, penjualan Galaxy S25 Edge sangat mengecewakan, hanya laku 190.000 unit di bulan pertama.

Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan model lain di seri yang sama, seperti S25 Ultra yang mencapai 2,55 juta unit.

Akibatnya, Samsung dilaporkan telah membatalkan rencana penerusnya, Galaxy S26 Edge, dari jajaran produk tahun depan.

Nasib serupa menimpa Apple. Laporan dari The Elec menyebutkan bahwa Apple terpaksa memangkas estimasi produksi iPhone Air sekitar satu juta unit karena permintaan yang lebih rendah dari perkiraan.

Ironisnya, di saat yang sama, Apple justru berencana menambah total produksi untuk seri iPhone 17 utama sebanyak dua juta unit, menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada merek, melainkan pada produk spesifik tersebut.

Analisis Kegagalan: Kompromi yang Tidak Bisa Diterima Konsumen

Baca Juga: Spesifikasi Kamera Oppo Reno 15 Pro Max Terungkap, Gunakan Sensor Samsung

Para analis menduga bahwa "dosa" utama dari iPhone Air adalah kompromi yang harus dibayarnya demi mencapai ketebalan hanya 5,6 mm.

Meskipun ditenagai chip A19 Pro yang kuat, iPhone Air hanya dibekali baterai 3.149 mAh, kapasitas yang dianggap terlalu kecil untuk ponsel seharga Rp 21 jutaan.

Kombinasi harga premium dengan spesifikasi yang dikorbankan ini membuat posisinya menjadi 'nanggung'.

Konsumen yang sadar nilai (value) cenderung memilih iPhone 17 standar yang lebih terjangkau, sementara mereka yang mencari fitur terbaik langsung melompat ke model iPhone 17 Pro yang menawarkan sistem kamera superior.

Kinerja iPhone Air yang kurang memuaskan ini menjadi cerminan dari tren pasar yang lebih besar. Desain yang sangat tipis seringkali mendapat respons beragam karena secara inheren memaksa produsen untuk mengurangi kapasitas baterai dan kompleksitas modul kamera, dua fitur yang paling dihargai oleh konsumen modern.

Kegagalan ganda dari Apple dan Samsung ini adalah pelajaran mahal bahwa dalam dunia ponsel pintar, fungsi pada akhirnya mengalahkan bentuk.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

ROM Xiaomi berbeda tiap wilayah dan Taiwan dianggap paling ideal berkat fitur paling lengkap dan stabil....

gadget | 11:10 WIB

Pengguna dapat mengoptimalkan perangkat Xiaomi agar memperoleh skor benchmark maksimal....

gadget | 11:46 WIB

Program Beta HyperOS 3 Xiaomi memungkinkan pengguna mendapatkan akses awal ke fitur terbaru sambil memberikan umpan bali...

gadget | 14:08 WIB

Generasi terbaru dari seri kamera Fujifilm X-T30 III, apa yang ditawarkan?...

gadget | 12:10 WIB

HP lipat menawarkan kombinasi unik antara desain ringkas dan fungsi layar besar, serta fitur-fitur fleksibel yang tidak ...

gadget | 08:35 WIB