Gadget

Dampak Kebakaran Gedung Cyber 1, Registrasi IMEI HP Baru Terhambat

Pusat data CEIR milik Kominfo ikut terkendala karena kebakaran Gedung Cyber 1.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi nomor atau kode IMEI pada sebuah ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi nomor atau kode IMEI pada sebuah ponsel. [Shutterstock]

Hitekno.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan kalau ada gangguan dalam registrasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI). Hal ini karena pusat data di Jakarta mati karena Kebakaran Gedung Cyber 1 kemarin.

Seperti dilaporkan sebelumnya, terjadi peristiwa Kebakaran Gedung Cyber 1 kemarin pada Kamis (2/12/2021). Hal ini berdampak pada layanan yang menggunakan data center di gedung tersebut.

Termasuk pusat data CEIR milik Kominfo yang menyimpan nomor IMEI dan registrasi IMEI.

"Gangguan pada Pusat Data CEIR yang terjadi turut berdampak pada layanan IMEI," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam pesan singkat, Jumat (3/12/2021).

Kebakaran Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan pada Kamis (2/12/2021) pukul 12.30 menyebabkan gangguan pada pusat data atau server yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR).

Data center tersebut mati (shutdown) sehingga proses identifikasi IMEI melalui pusat data CEIR di Jakarta terganggu.

Kejadian tersebut menyebabkan gangguan pada proses registrasi IMEI pada perangkan ponsel, komputer genggam dan tablet (HKT) yang merupakan bawaan penumpang dan barang kiriman, yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

BACA JUGA: Lantai 2 Gedung Cyber Belum Beroperasi Normal, Karyawan Ngantor Naik Tangga Darurat

Gangguan ini juga berdampak pada registrasi IMEI perangkat seluler milik tamu negara dan tokoh VIP dan VVIP, yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri.

Registrasi nomor IMEI dari wisatawan asing melalui penyelenggara jaringan telekomunikasi bergerak seluler juga terdampak pusat data mati.

Kominfo juga mengumumkan ada gangguan pada proses penggantian kartu SIM baru melalui penyelenggara jaringan telekomunikasi bergerak seluler.

Kejadian ini juga berdampak pada proses registrasi Tanda Pendaftaran Produksi (TPP) IMEI di Kementerian Perindustrian dan aktivasi perangkat seluler baru di gerai penjualan.

Menurut Dedy, proses yang disebutkan di atas belum bisa dilakukan seperti biasa sampai pemulihan pascakebakaran di Gedung Cyber 1.

"Saat ini kami masih menunggu update terbaru dari pengelola Gedung Cyber 1 serta pengelola Pusat Data CEIR untuk menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan," kata Dedy.

Kebakaran Gedung Cyber 1, yang diduga terjadi karena arus pendek, menewaskan dua orang, keduanya merupakan pengunjung gedung tersebut. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait