Oppo Senang Pemerintah Segera Berlakukan Aturan Validasi IMEI

Oppo Indonesia merasa dilindungi dengan aturan validasi IMEI yang bakal diterbitkan pemerintah.

Agung Pratnyawan

Posted: Kamis, 08 Agustus 2019 | 11:00 WIB
Smartphone Oppo Reno. [Suara.com/Tivan Rahmat]

Smartphone Oppo Reno. [Suara.com/Tivan Rahmat]

Hitekno.com - Pemerintah Indonesia, sedang menyiapkan peraturan untuk validasi IMEI sebagai pemberantasan smartphone ilegal atau BM. Menyikapi hal ini, Oppo Indonesia menyambutnya dengan senang.

Seperti diketahui, banyaknya smartphone BM atau Black Market di Tanah Air merugikan banyak pihak. Termasuk para pabrikan smartphone yang resmi memasukkan produknya ke Indonesia.

"Sebagai produsen yang tidak banyak smartphone BM-nya sangat senang (terhadap aturan validasi IMEI). Kalau yang banyak BM-nya pasti keberatan. Kalau saya senang-senang saja," kata PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto selepas peluncuran Oppo K3 di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menurut Aryo pihaknya sama sekali tidak keberatan dengan kebijakan pemerintah tersebut karena selama ini, Oppo telah mengikuti aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), seperti yang diamanatkan dalam undang-undang.

Bahkan, imbuh Aryo, Oppo bukan hanya mengikuti TKDN dan membangun pabrik mereka di Tanah Air, namun juga menambah jumlah tenaga kerja dan menjalin mitra dengan aplikasi lokal.

"Jadi dengan adanya registrasi IMEI, kita malah kebantu banget. Akhirnya apa yang sudah kami jalankan dengan skema TKDN diberikan perlindungan lewat aturan IMEI," sambungnya.

Seperti diwartakan sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Perindustrian sedang menggodok regulasi validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Ilustrasi nomor atau kode IMEI pada sebuah ponsel. [Shutterstock]
Ilustrasi nomor atau kode IMEI pada sebuah ponsel. [Shutterstock]

Aturan validasi IMEI ini disusun untuk menekan peredaran smartphone BM atau ilegal di Indonesia. Diperkirakan pemerintah mengalami kerugian sekitar Rp 2,8 triliun setiap tahun karena peredaran smartphone BM.

Jika Oppo Indonesia menyambut gembira aturan Validasi IMEI ini, bagaimana dengan produsen lain? Dan bisakah aturan ini memberantas samrtphone BM di pasaran? (Suara.com/ Tivan Rahmat).

Baca Juga: Lawan Smartphone BM, 3 Kementerian Kompak Rangkai Permen Soal Validasi IMEI

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

MediaTek resmi umumkan Dimensity 9500s dan 8500 untuk HP flagship. Hadir dengan teknologi AI, Ray Tracing, dan fabrikasi...

gadget | 16:21 WIB

ROM Xiaomi berbeda tiap wilayah dan Taiwan dianggap paling ideal berkat fitur paling lengkap dan stabil....

gadget | 11:10 WIB

Pengguna dapat mengoptimalkan perangkat Xiaomi agar memperoleh skor benchmark maksimal....

gadget | 11:46 WIB

Program Beta HyperOS 3 Xiaomi memungkinkan pengguna mendapatkan akses awal ke fitur terbaru sambil memberikan umpan bali...

gadget | 14:08 WIB

Generasi terbaru dari seri kamera Fujifilm X-T30 III, apa yang ditawarkan?...

gadget | 12:10 WIB