Sains

Pasien Pertama Pandemi Tahun 1346 Ditemukan, Ilmuwan Ungkap Fakta Ini

Para ilmuwan lalu menggunakan DNA dari tulang dan gigi untuk kemudian diuji apakah mengandung bakteri atau virus dari masanya atau tidak.

Amelia Prisilia

Ilustrasi kerangka. (pixabay/makamuki0)
Ilustrasi kerangka. (pixabay/makamuki0)

Hitekno.com - Setelah bertahun-tahun lamanya, para ilmuwan akhirnya menemukan pasien pertama dari masa pandemi Black Death yang terjadi pada tahun 1346 lalu. Usai diteliti, para ilmuwan akhirnya mengungkap fakta mengejutkan terkait penemuan ini.

Patient Zero atau pasien pertama wabah Black Death ini teridentifikasi sebagai seorang pria yang meninggal lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Latvia, Eropa.

Dilansir dari Live Science, Dr Ben Krause-Kyora dari Universitas Kiel, Jerman menyebut penemuan pasien pertama ini sebagai korban pandemi paling tua yang pernah ditemukan dan kemudian diteliti.

Saat pertama kali ditemukan, pria ini dikubur bersama tiga orang lainnya di situs pemakaman Neolitik yang ada di tepi Sungai Salac, Latvia. Secara posisi, sungai ini nantinya mengalir ke Laut Baltik di daerah tersebut.

Usai ditemukan, para ilmuwan lalu menggunakan DNA dari tulang dan gigi untuk kemudian diuji apakah mengandung bakteri atau virus dari masanya atau tidak.

Pasien pertama masa pandemi tahun 1346. (Dominik Goldner, Bgaaeu, Berlin)
Pasien pertama masa pandemi tahun 1346. (Dominik Goldner, Bgaaeu, Berlin)

Hasil penelitian tersebut lalu menunjukan bahwa pasien pertama ini adalah seorang pria berusia 20 tahun yang terinfeksi wabah kuno yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis.

Pada masanya, bakteri Yersinia Pestis menjadi penyebab wabah terburuk sepanjang sejarah di Eropa yaitu Black Death yang terjadi sekitar tahun 1346 sampai 1352 lalu. Wabah yang menyebar secara merata ini setidaknya menewaskan separuh warga.

Sejauh ini, para ilmuwan menduga jika pasien pertama pandemi tahun 1346 ini tewas beberapa hari kemudian usai digigit oleh hewan pengerat yang membuatnya terpapar bakteri Yersinia Pestis.

Ilustrasi Makam. (unsplash/Cristian Grecu)
Ilustrasi. (unsplash/Cristian Grecu)

Bakteri Yersinia Pestis ini dicurigai berpindah secara sporadis dari hewan ke manusia. Awalnya tidak menimbulkan wabah, namun seiring berjalannya waktu, bakteri ini lalu semakin menginfeksi manusia.

Penelitian akan pasien pertama dari masa pandemi jelas akan sangat bermanfaat untuk ilmuwan dapat memahami akan wabah yang mungkin akan terjadi di masa mendatang nantinya.

Berita Terkait