Sains

Aksi Laba-laba Kecil Bunuh Ular Berukuran Besar Bikin Ilmuwan Melongo

Jenis laba-laba janda menjadi oknum penting yang bertanggung jawab pada kematian ular.

Amelia Prisilia

Ilustrasi laba-laba. (unsplash/Neenu Vimalkumar)
Ilustrasi laba-laba. (unsplash/Neenu Vimalkumar)

Hitekno.com - Anomali tidak biasa terjadi pada seekor laba-laba kecil yang berhasil membunuh ular berukuran besar. Saat dilakukan penelitian, ilmuwan mengaku dibuat melongo dengan hasil pengujian tersebut.

Secara umum, setidaknya ada 319 catatan mengenai laba-laba yang berhasil membunuh dan memangsa ular dengan ukuran yang jauh lebih besar. Hasil penelitian mengenai hal ini lalu diunggah dalam jurnal terbitan University of Base.

Dilansir dari Live Science, jenis laba-laba janda menjadi oknum penting yang bertanggung jawab pada kematian ular yang berukuran jauh lebih besar dari hewan tersebut.

Laba-laba janda pada umumnya berukuran kecil yaitu sekitar 0,4 inci atau 1,1 cm. Hewan satu ini biasanya menargetkan ular kecil yang masih mudah. Tak jarang, hewan ini membunuh ular yang berukuran besar dengan racunnya yang mematikan.

Selain jenis ini, tarantula juga bertangguh jawab atas kematian ular-ular berukuran besar. Sedangkan laba-laba penenun menggunakan jaringnya yang melingkar dan besar untuk membunuh kelelawar dan burung.

Ilustrasi ular. (Pixabay/Huskyherz)
Ilustrasi ular. (Pixabay/Huskyherz)

Korban paling umum dari laba-laba adalah jenis ular colubrid, hal ini menunjukan bahwa jenis ular satu ini adalah yang paling banyak tersebar di seluruh benua di dunia.

Dalam data yang dimiliki para ilmuwan, laba-laba paling banyak menyerang ular dengan panjang 3,25 kaki atau 100 cm. Ular yang berukuran besar biasanya menjadi korban orb-weaver atau tarantula besar.

Jika laba-laba membunuh ular dengan racunnya, maka proses ini membutuhkan waktu sekitar berjam-jam hingga berhari-hari. Saat berhasil membunuh ular, laba-laba membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanannya tersebut.

Kemampuan laba-laba membunuh ular berukuran besar ini jelas menjadi pertanyaan besar untuk para ilmuwan. Hal ini yang lalu mendasari para ilmuwan untuk melakukan penelitian tersebut.

Berita Terkait