Wakil Rakyat Didemo, Alamat DPR di Google Maps Berubah Jadi Gedung Beban Negara

Nama Gedung DPR di Google Maps berubah menjadi Gedung Beban Negara.

Lintang Siltya Utami

Posted: Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:07 WIB
Gedung DPR di Google Maps. [tangkapan layar]

Gedung DPR di Google Maps. [tangkapan layar]

Hitekno.com - Aksi demo besar-besaran yang terjadi di depan Gedung DPR RI hingga memakan korban jiwa pada 28 Agustus 2025 menarik atensi masyarakat luas. Amarah publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai sebagai konsekuensi dari sikap para wakil rakyat tersebut yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat. Baru-baru ini, penamaan Gedung DPR RI di Google Maps pun turut menjadi sasaran.

Dalam unggahan yang tersebar di media sosial, khususnya X (dulunya Twitter), terpantau bahwa nama Gedung DPR RI berubah menjadi Gedung Beban Negara dengan alamat yang tertera DPR-RI Gedung Nusantara, Jl. Gatot Subroto Lantai 2, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Saat ditelusuri melalui Google Maps secara langsung, penamaan Gedung Beban Negara tersebut masih terlihat. Namun, jika pengguna mencari dengan kata kunci Gedung DPR RI di laman penelusuran Google, alamat yang ditampilkan masih normal.

Menurut pengamat dari Rumah Politik Indonesia, akar masalah aksi unjuk rasa di Gedung DPR tersebut berasal dari keputusan dan pernyataan anggota DPR yang dinilainya jauh dari kepentingan publik. Hal ini merujuk pada pernyataan Ahmad Sahroni hingga pemberian tunjangan rumah dinas kepada anggota DPR sebesar Rp 50 juta.

Padahal, DPR seharusnya mendengar suara masyarakat, termasuk mahasiswa, yang menolak tunjangan rumah bernilai fantastis bagi anggota dewan. Pengamat menilai bahwa pengabaian suara publik hanya akan memicu gelombang protes yang lebih besar. Situasi itu bisa memperparah eskalasi politik dan keamanan, terlebih bila pemerintah dan DPR tetap bergeming. Pengamat bahkan menyebut sikap anggota dewan saat ini sebagai bentuk ketidakberanian menghadapi tuntutan rakyat. 

Hal itu terbukti bahwa sejumlah rumah anggota DPR seperti Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya dijarah oleh warga. Tak sedikit unggahan di media sosial yang menunjukkan massa membawa harta benda para anggota DPR tersebut.

Sasaran amarah publik di dunia maya juga terlihat dalam perubahan nama Gedung DPR RI di Google Maps. Tak sedikit warganet di media sosial X yang beramai-ramai mencoba mencari alamat Gedung DPR di layanan milik Google tersebut dan mengunggah bukti bahwa penamaan gedung telah berubah menjadi Gedung Beban Negara.

"Gedung DPR RI namanya berubah jadi Gedung Beban Negara di Google Maps. Siapapun yang ngubah, lo keren," tulis akun @lia*******

"Memang iya, hanya menjabat 5 tahun aja minta jatah pensiun sampai mati. Enak banget hidup lu," komentar @dhar****_****

"Beban banget sia*. Udah beban, mana nggak punya otak, nggak punya hati," tambah @urm*****

Baca Juga: Cara Menggunakan VPN yang Benar dan Aman, Jangan Sampai Salah!

"100 persen akurat! Yang kerja di situ adalah tikus-tikus nggak tau diri, nggak punya malu, nggak punya otak. Beban!" timpal @pin*****_***

"Memang @DPR_RI ngerepotin. Beban. Sampah. Nyusahin," sambung @sero*******

Berita Terkait Berita Terkini

Seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Belanda mengaku tak bisa update kondisi melalui Instagram....

internet | 12:06 WIB

Warganet mencari harta termahal yang ada di rumah Sahroni....

internet | 10:25 WIB

Beberapa pihak yang menunjukkan kepedulian dan empati atas meninggalnya Affan Kurniawan, ternyata justru menjadi sasaran...

internet | 20:09 WIB

Jumat Berkah! Perburuan link DANA Kaget 30 Agustus 2025 dimulai. Dapatkan saldo DANA gratis dengan panduan strategi terc...

internet | 17:42 WIB

Link DANA kaget hari ini bisa dipergunakan untuk mendapatkan saldo DANA gratis yang bisa dipergunkan untuk libur akhir p...

internet | 17:18 WIB