Aksi unjuk rasa kembali terjadi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025). Demonstrasi ini diramaikan sejumlah elemen masyarakat, dari mahasiswa hingga driver ojek online (ojol).
Hitekno.com - Aksi protes yang terjadi di Indonesia menyita perhatian banyak mata, tak terkecuali warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri. Namun, seorang perempuan yang saat ini sedang berada di Belanda mengaku bahwa dirinya tidak bisa mengunggah konten apapun yang berkaitan dengan situasi Tanah Air di platform Instagram.
Ia mengatakan semua konten yang berhubungan dengan kata "Indonesia" ataupun penggunaan bendera Merah Putih terblokir dan tidak bisa terunggah.
Kejadian ini membuat dirinya merasa serba salah karena tidak dapat menyuarakan keresahan masyarakat Indonesia melalui akun media sosialnya. Bahkan, demi tetap bisa menyampaikan kondisi, ia terpaksa menggunakan bendera Monaco yang memiliki kemiripan dengan bendera Indonesia.
"Halo guys, ini laporan dari Belanda. Jadi, sekarang kita tidak bisa upload yang menyangkut tentang negara kita,” ujarnya melalui akun yang diunggah ulang oleh akun Instagram @lambegosiip, Sabtu (30/8/2025).
Perempuan tersebut mengaku sudah beberapa kali mencoba mengunggah Instagram Story yang berisi informasi mengenai situasi di Indonesia, tapi selalu gagal.
"Tidak bisa upload di Story, yang ada bendera Indonesia, yang menuliskan dengan kata Indonesia tidak bisa. Jadi, ya maaf tidak bisa,” tambahnya.
Hal ini membuat sejumlah warganet ikut menyoroti adanya dugaan pembatasan akses informasi yang sengaja dilakukan.
Beberapa warganet menduga bahwa pemerintah sedang panik menghadapi gelombang demonstrasi yang terus meluas.
Demonstrasi besar-besaran menuntut keadilan dan pembubaran DPR kian memanas pada Sabtu (30/8/2025). Bahkan, aksi massa berujung pada penjarahan rumah milik tiga anggota DPR RI, yaitu Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya. Tidak hanya di Jakarta, gelombang aksi juga meluas hingga ke Makassar, Badung, Solo, Surabaya, dan berbagai daerah lainnya.
Fenomena sulitnya mengunggah konten bertema Indonesia di Instagram kemudian ramai dibicarakan netizen. Beberapa warganet menduga bahwa pemerintah mencoba untuk membungkam rakyat, baik itu di dalam maupun luar negeri. Hal ini turut merujuk pada fitur Live TikTok yang secara mendadak tak bisa digunakan lagi.
Baca Juga: Perbandingan Xiaomi HyperOS 3 dan HyperOS 2, Apa yang Berbeda?
Meski begitu, warganet lainnya yang juga tinggal di luar negeri mengaku tidak memiliki kendala apapun dalam mengunggah konten di media sosial.
“Coba kak, upload negara Konoha. Kayaknya bisa dah," tulis @_pride*****.
“Betull samaa di Indonesia jugaa gitu,” ungkap @yudha***** .
“Ketiknya jangan Indonesia kita sudah ganti nama jadi Konoha," sambung @_eka_sari*****.
“Kemarin memang kayaknya IG dibatasi. Banyak yang komplain juga upload Story Instagram nggak bisa,” imbuh @ef_27*****.
"Info temen gue di Belanda ada dua orang masih normal ya sampai detik ini storynya aman, dia di Den Haag," komentar @vti******
Fenomena ini menambah panjang deretan keresahan publik terhadap situasi Indonesia yang semakin panas. Di satu sisi, masyarakat ingin bersuara dan menyampaikan kebenaran melalui media sosial. Namun di sisi lain, mereka justru terbentur oleh berbagai keterbatasan akses yang menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.