Bank Silicon Valley Bangkrut, Elon Musk Tertarik untuk Memborongnya?

Akankah bank yang kerap mendanai startup ini dibeli oleh Elon Musk?


Posted: Senin, 13 Maret 2023 | 16:22 WIB
Bank Silicon Valley Bangkrut, Elon Musk Tertarik untuk Memborongnya?

Bank Silicon Valley Bangkrut, Elon Musk Tertarik untuk Memborongnya?

hitekno.com - Pada Jumat, 10 Maret 2023, otoritas Amerika Serikat menutup Silicon Valley Bank (SVB) dan menyita semua asetnya, sehingga menjadikannya bank ritel terbesar yang bangkrut sejak 2008. Berita ini langsung memicu kepanikan di dunia pasar keuangan, karena miliaran uang milik perusahaan dan investor terdampar.

Sejak penutupan itu, banyak orang di seluruh dunia telah mengekspresikan keprihatinan mereka di berbagai platform media sosial mereka. Bahkan, CEO Twitter, Elon Musk, adalah salah satu dari mereka yang memberikan pendapat pribadinya tentang masalah ini.

Cuitan Musk keluar setelah CEO Razer, Min-Liang Tan, menyarankan sebuah ide kepada Musk bahwa Twitter harus membeli SVB dan mengubahnya menjadi bank digital. Dalam tanggapannya, Musk mengatakan bahwa ia "terbuka untuk ide itu" seperti dilansir dari Gizchina.

Sebagai bank yang fokus meminjamkan uang untuk bisnis startup, saham SVB mengalami penurunan tajam sebesar 60% dalam waktu seminggu, yang akhirnya memicu regulator untuk menutup bank tersebut.

Jokowi bertemu Elon Musk di pabrik SpaceX  Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. (Instagram/ Sekretariat Kabinet)
Jokowi bertemu Elon Musk di pabrik SpaceX Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. (Instagram/ Sekretariat Kabinet)

Penutupan SVB dimulai ketika bank mengumumkan bahwa mereka menjual sebagian saham mereka karena kekurangan uang, yang kemudian menyebabkan kehilangan simpanan pelanggan. Berita ini memicu pasar saham untuk merespons dengan cepat dan menjatuhkan saham SVB.

Ketika penutupan bank terjadi, Departemen Perlindungan dan Inovasi Keuangan California memerintahkan penutupan segera bank, dan regulator memilih Federal Deposit Insurance Cooperation untuk menangani semua tugas terkait dengan penutupan SVB.

Perlu dicatat bahwa SVB adalah salah satu bank terbesar di negara ini dengan sekitar 17 cabang di California dan Massachusetts saja. DFPI juga mengatakan bahwa pada penutupan hari kerja pada 9 Maret, SVB memiliki saldo kas negatif sebesar $958 juta. Situasi ini memunculkan kekhawatiran yang lebih besar tentang stabilitas pasar keuangan dan kredibilitas bank dalam industri teknologi keuangan.

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB