Saham Google Anjlok Gegara Chatbot AI-nya Tak Akurat, Begini Respons Perusahaan

Demo produk AI terbaru dari Google justru mengakibatkan blunder.

Rezza Dwi Rachmanta
Sabtu, 11 Februari 2023 | 15:37 WIB
Ilustrasi Google. (Unsplash/ CArthur Osipyan)

Ilustrasi Google. (Unsplash/ CArthur Osipyan)

Hitekno.com - Saham Alphabet (induk Google) mengalami penurunan selama lima hari terakhir. Anjloknya saham Google disebabkan oleh perilisan Chatbot AI yang tak sesuai harapan.

Google mengumumkan layanan terbaru pada acara khusus yang membahas Artificial Intelligence atau AI (kecerdasan buatan).

Sayang, chatbot AI bernama Bard justru melakukan "blunder" sehingga saham Google turun tajam.

Baca Juga: Beri Salam Perpisahan, Zomato Cabut dari Indonesia

Saham perusahaan induk langsung anjlok hampir 8 persen. Ini menyebabkan nilai pasar perusahaan anjlok 100 miliar dolar AS atau Rp 1.518 triliun.

Saham milik Google turun hampir 8 persen menjadi sekitar 99,40 dolar AS (Rp 1,5 juta) pada Rabu (8/02/2023) setelah chatbot AI mereka menyajikan informasi tak akurat.

Ilustrasi Google. (pixabay/digitalfpade)
Ilustrasi Google. (pixabay/digitalfpade)

Saham Google kembali turun menjadi 94,57 dolar AS (Rp 1,43 juta) pada Sabtu (11/02/2023). Perusahaan mengalami tren penurunan saham 7,83 persen selama 5 hari terakhir.

Baca Juga: Mulai Februari, Telkomsel Lanjutkan Upgrade Layanan 3G ke Jaringan 4G LTE

Juru bicara Google mengungkap bahwa mereka akan memperhatikan feedback dari pengguna setelah peluncuran Bard. Mereka mengklaim bakal melakukan proses pengujian ketat untuk mengembangkan chatbot AI miliknya.

"Ini menyoroti pentingnya proses pengujian ketat, sesuatu yang kami mulai minggu ini. Proses pengujian akan menggabungkan feedback eksternal dengan pengujian internal Alphabet sendiri untuk memastikan tanggapan Bard memenuhi standar tinggi untuk kualitas, keamanan dan landasan informasi dunia nyata," kata juru bicara Google kepada Forbes.

Dikutip dari NPR, para eksekutif senior Google menyebut bahwa Bard sebagai "masa depan" perusahaan pada acara peluncuran Bard AI di Paris.

Baca Juga: Kolaborasi Free Fire dan Devil May Cry 5, Hadirkan Dante dan Nero

Informasi dari Bard yang tak akurat langsung viral di media sosial sehingga mengakibatkan turunnya saham Google.

Petinggi perusahaan masih bungkam terkait blunder Bard yang membuat saham anjlok. Meski begitu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan bahwa Bard akan tersedia secara eksklusif untuk "penguji terpercaya" sebelum merilis layanan AI ke publik dalam beberapa minggu mendatang.

Awal Mula Masalah

Baca Juga: Gara-Gara ChatGPT, Unduhan Microsoft Bing Melesat 10 Kali Lipat

Chatbot AI Bard lakukan kesalahan. (Twitter)
Chatbot AI Bard lakukan kesalahan. (Twitter)

 

Bard merupakan chatbot berbasis AI atau kecerdasan buatan yang diluncurkan sebagai pesaing ChatGPT.

Perlu diketahui, Microsoft adalah investor besar yang mendukung OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT. Melalui Twitter, iklan dari akun Google memperlihatkan pengguna yang bertanya kepada Bard.

"Penemuan baru apa dari James Webb Space Telescope (JWST) yang dapat saya ceritakan kepada anak saya yang berusia 9 tahun?" tanya salah seorang pengguna.

Chatbot AI Bard lantas menjawab bahwa Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) bisa mengambil exoplanet (planet terluar).

Layanan itu juga mengungkap bahwa gambar pertama exoplanet diambil menggunakan JWST. "Penemuan ini dapat memicu imajinasi anak tentang keajaiban alam semesta yang tak terbatas," ungkap Bard.

Padahal informasi tersebut salah besar. NASA mengungkap bahwa gambar exoplanet pertama diambil oleh Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO) pada tahun 2004.

Cukup menarik menantikan persaingan chatbot AI dari Google dan Microsoft dalam beberapa bulan ke depan.

Berita Terkait
TERKINI

Rencana Transaksi ini masih dalam tahap evaluasi awal, di mana Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi ...

internet | 10:12 WIB

Selain di Jakarta, Nobar Warga Grab tahun ini juga diadakan di Malang, Samarinda, Kediri, Gorontalo, Mataram, Pontianak,...

internet | 10:36 WIB

Dell APEX Cloud Platform for Red Hat OpenShift ini merupakan hasil kerja sama Dell dan Red Hat....

internet | 10:34 WIB

Garmin Run ini akan berlangsung pada 29 September 2024 mendatang di ICE BSD, Tangerang....

internet | 10:25 WIB

Jaringan internet yang ditawarkan HSPnet berkapasitas tinggi hingga 6 Tb/s....

internet | 10:48 WIB

Intel juga mengumumkan jajaran sistem-sistem AI baru yang skalabel dan terbuka, produk-produk generasi berikutnya dan ko...

internet | 18:50 WIB

Seluruh transaksi di acara JakCloth Ramadan 2024 akan menggunakan QRIS dan transfer bank melalui BI FAST....

internet | 14:12 WIB

PointStar menyatakan dukungannya terhadap misi pemerintah dengan memungkinkan integrasi seluruh proses bisnis organisasi...

internet | 17:09 WIB

Grab menjadi perusahaan teknologi pertama yang menerima Sertifikat Penetapan Program Kepatuhan Persaingan Usaha dari KPP...

internet | 17:15 WIB

Seminar di UI memfokuskan pada perkembangan terkini dalam ilmu data, komputasi super, AI generatif, dan etika AI....

internet | 21:26 WIB

Dalam acara ini, peserta bertukar pendapat mengenai tren saat ini dan prospek masa depan AI dalam pendidikan....

internet | 16:31 WIB

Aplikasi Merchant BCA ini didesain sebagai solusi untuk memberdayakan bisnis dari berbagai skala....

internet | 09:36 WIB

Keberadaan CCTV selama ini nyatanya tak cukup mencegah aksi kejahatan....

internet | 12:24 WIB

Berdasarkan feedback pengguna, Samsung akan menyediakan opsi dan pengalaman yang semakin ditingkatkan melalui SamsungGal...

internet | 20:46 WIB

Nuon Digital Indonesia menjajakibisnis baru dan melakukan inovasi pada produk-produk andalannya....

internet | 17:48 WIB

Perubahan nama ini merupakan langkah strategis Google untuk menggabungkan chatbot Bard dan layanan AI lainnya di bawah s...

internet | 18:15 WIB

Program AI TEACH for Indonesia merupakan program pengembangan kapasitas yang bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendi...

internet | 17:14 WIB
Tampilkan lebih banyak