Facebook Ancam Media untuk Tutup Lahan Penyaluran Lahan Berita, Picu Pro dan Kontra

Perusahaan induk Facebook, Meta, menganggap bahwa pendistribusian berita hanya menguntungkan media, dan sebaliknya untuk perusahaan.

Cesar Uji Tawakal

Posted: Kamis, 08 Desember 2022 | 11:00 WIB
ilustrasi aplikasi media sosial. (Pixabay/ Pixelkult)

ilustrasi aplikasi media sosial. (Pixabay/ Pixelkult)

Hitekno.com - Perusahaan induk Facebook, Meta, memperingatkan bahwa raksasa media sosial itu dapat menghapus berita dari platformnya jika Pemerintah Amerika Serikat menandatangani proposal yang akan memudahkan organisasi berita untuk berunding secara kolektif dengan raksasa teknologi tersebut.

Dilansir dari New York Post, dalam upaya untuk menyelamatkan industri berita lokal yang tertinggal, anggota parlemen sedang mempertimbangkan untuk menambahkan Undang-Undang Persaingan dan Pelestarian Jurnalisme.

Undang-undang tersebut diusulkan ke ruu pertahanan tahunan yang harus disahkan.

Aturan ini diharapkan dapat membantu outlet berita yang lebih kecil memperjuangkan bagian pendapatan yang lebih besar dari perusahaan seperti Google dan Meta untuk konten berita mereka.

Tetapi seorang juru bicara Meta mengancam bahwa langkah legislatif dapat berujung pada larangan berita dibagikan di situs media sosial.

Ilustrasi Facebook. (HiTekno.com)
Ilustrasi Facebook. (HiTekno.com)

Juru bicara Andy Stone juga berpendapat dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter bahwa RUU tersebut gagal memahami fakta kunci dari proposal bahwa "penerbit dan penyiar menempatkan konten mereka di platform kami sendiri karena menguntungkan untuk mereka, bukan sebaliknya."

Dia juga mengatakan RUU yang diusulkan akan menjadi preseden buruk bagi semua bisnis Amerika karena akan menciptakan entitas seperti kartel yang mengharuskan satu perusahaan swasta untuk mensubsidi entitas swasta lainnya.

Sebuah kelompok perdagangan yang mewakili penerbit surat kabar, News Media Alliance, sedang melobi Kongres untuk menambahkan RUU tersebut ke dalam rencana pengeluaran pertahanan.

Kelompok itu bersikeras "surat kabar lokal tidak mampu berkutik beberapa tahun lagi akibat hal ini disebabkan oleh Big dan waktu untuk mengambil tindakan semakin berkurang".

"Jika Kongres tidak segera bertindak, kami berisiko membiarkan media sosial menjadi surat kabar lokal de facto Amerika," kata kelompok itu.

Baca Juga: Kena Komplain TV Mati Gegara Pindah ke Saluran Digital, Reaksi Gibran Rakabuming bak Teknisi

Berita Terkait Berita Terkini

Link DANA kaget hari ini bisa dipergunakan untuk mendapatkan saldo DANA gratis yang bisa dipergunkan untuk libur akhir p...

internet | 17:18 WIB

Viral di media sosial, foto sejumlah oknum polisi santap hidangan mewah senilai Rp11 juta picu amarah publik. Perilaku i...

internet | 16:53 WIB

AI video generator, baik untuk kebutuhan konten media sosial, presentasi, maupun hiburan pribadi, karena praktis, hemat ...

internet | 14:35 WIB

Content creator Jerome Polin tolak tawaran Rp150 juta dari oknum pejabat untuk unggah 'ajakan damai' terkait kasus Affan...

internet | 11:29 WIB

Berikut 9 kode dial paket internet Telkomsel yang bisa kalian coba:...

internet | 22:27 WIB