Pengertian Fintech, Cara Kerja hingga Bahaya dalam Keuangan

Ketahui apa itu FinTech, cara kerja sampai manfaatnya.

Agung Pratnyawan
Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi aplikasi pinjaman online. (Pixabay)

Ilustrasi aplikasi pinjaman online. (Pixabay)

Hitekno.com - Kata FinTech banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Namun apakah kamu tahu apa itu FinTech? Tim HiTekno.com telah merangkum penjelasan FinTech dari cara kerja hingga manfaat dan bahayanya.

FinTech (teknologi keuangan) adalah istilah umum yang mengacu pada perangkat lunak, aplikasi seluler, dan teknologi lain yang dibuat untuk meningkatkan dan mengotomatisasi bentuk keuangan tradisional untuk bisnis dan konsumen.

Baca Juga: - 5 Aplikasi Penghasil Uang Paling Mudah 2022, Cocok untuk Cari Duit Jajan - Cara Hapus Akun Shopee Langsung di Aplikasi, Anti Ribet - Update Ini Bikin Windows 11 Bisa Jalankan Aplikasi Android, Indonesia Sudah Kebagian? - Waspada Pencurian Data Pribadi, Perhatikan Hal Ini Sebelum Install Aplikasi dari App Store dan Google Play Store

FinTech dapat mencakup semuanya, mulai dari aplikasi pembayaran seluler langsung hingga jaringan blockchain kompleks yang menampung transaksi terenkripsi.

Platform FinTech memungkinkan tugas run-of-the-mill seperti menyetorkan cek, transfer antar rekening, membayar tagihan, atau mengajukan permohonan bantuan keuangan.

Mereka juga memfasilitasi konsep yang rumit secara teknis, termasuk pinjaman peer-to-peer dan pertukaran crypto. Banyak bisnis mengandalkan FinTech untuk pemrosesan pembayaran, transaksi e-commerce, akuntansi, dan, baru-baru ini, membantu upaya bantuan pemerintah seperti Program Perlindungan Penggajian (PPP).

Di tengah pandemi Covid-19, semakin banyak bisnis beralih ke FinTech untuk menerima pembayaran tanpa kontak atau mengadopsi kemajuan berbasis teknologi lainnya.

Dalam artikel ini Tim HiTekno.com akan menjelaskan sedikit hal dasar mengenai apa itu FinTech. Berikut penjelasan FinTech yang dirangkum untuk kamu.

Ilustrasi uang. (Pixabay)
Ilustrasi uang. (Pixabay)

Cara Kerja FinTech

FinTech menyederhanakan transaksi keuangan untuk konsumen atau bisnis, membuatnya lebih mudah diakses dan umumnya lebih terjangkau. FinTech berupaya untuk merampingkan proses transaksi, menghilangkan langkah-langkah yang tidak diperlukan.

FinTech memberi pengguna dan bisnis akses ke layanan keuangan tradisional dengan cara inovatif yang sebelumnya tidak tersedia. Misalnya, banyak aplikasi internet atau mobile banking yang sekarang menawarkan akses langsung ke layanan bank kepada pelanggan.

Mulai dari melihat saldo, mentransfer dana, atau menyetor cek. Sementara itu, penasihat Robo dirasa lebih nyaman daripada saran investasi langsung dari penasihat keuangan. FinTech juga mengotomatisasi banyak layanan yang digunakan bisnis, seperti penjaminan pinjaman dan penilaian real estat.

Kecerdasan buatan yang dikombinasikan dengan sejumlah besar data konsumen membantu bisnis FinTech memahami pelanggan mereka dan memperkuat kampanye pemasaran, pengembangan produk, dan penjaminan emisi mereka.

Manfaat FinTech

  1. Kecepatan dan kenyamanan
    Produk FinTech cenderung disampaikan secara online sehingga lebih mudah dan lebih cepat diakses konsumen.
  2. Fleksibel
    Konsumen mendapat manfaat dari pilihan produk dan layanan yang lebih banyak karena dapat dibeli dari jarak jauh, dimanapun lokasinya.
  3. Penawaran lebih murah
    Perusahaan FinTech mungkin tidak perlu menginvestasikan uang dalam infrastruktur fisik seperti jaringan cabang sehingga dapat menawarkan penawaran yang lebih murah kepada konsumen.
  4. Lebih banyak produk yang dipersonalisasi
    Teknologi memungkinkan perusahaan FinTech mengumpulkan dan menyimpan lebih banyak informasi tentang pelanggan sehingga mereka dapat menawarkan produk atau layanan yang lebih personal kepada konsumen.

Bahaya FinTech

  1. Hak yang tidak jelas
    Perusahaan FinTech mungkin baru mengenal industri keuangan dan menggunakan model bisnis yang berbeda dari penyedia tradisional. Hal ini dapat mempersulit untuk memastikan mana yang diatur, dan apa hak konsumen jika terjadi kesalahan.
  2. Membuat keputusan terburu-buru
    Produk keuangan yang dibeli langsung secara online tanpa pernah bertemu langsung dengan siapa pun dapat memudahkan konsumen untuk membuat keputusan yang cepat dan tanpa informasi yang detail.
  3. Kejahatan Cyber
    Produk keuangan yang dibeli secara online dapat membuat konsumen lebih rentan terhadap kejahatan cyber. Misalnya, data pribadi konsumen dapat disalahgunakan atau dapat menjadi korban kejahatan dunia maya.

Itulah penjelasan singkat mengenai apa itu FinTech. Semoga informasi dan penjelasan FinTech ini bermanfaat bagi kamu yang ingin menggunakan layanan atau platform FinTech.

Kontributor: Pasha Aiga Wilkins

Berita Terkait

TERKINI

Warna ini memberikan pengaruh besar saat terkena sinar matahari yang membuat nuansa akad nikah tersebut menjadi kemerahan.
internet | 19:52 WIB
IMF dalam World Economic Outlook Oktober 2022 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat sebesar 3,2 persen dan turun 2,7 persen pada 2023.
internet | 19:49 WIB
Sejak akhir Oktober 2022, ribuan akun Twitter dilepaskan blokirnya.
internet | 19:10 WIB
Secara penampilan, gadis cantik ini memang mencuri perhatian dengan wajah cantiknya.
internet | 18:42 WIB
Induk perusahaan Facebook dan Instagram ini menyuguhkan prediksi mengenai tren konten 2023, apa saja?
internet | 17:35 WIB
"Lambaikan tangan ke kamera kalau nggak kuat mas," kata netizen lain.
internet | 15:58 WIB
Kaesang Pangarep tengan melangsungkan persiapan pernikahaannya dengan Erina Sofia Gudono.
internet | 15:05 WIB
Bule tersebut mengaku terkejut usai melihat motor penjual mie ayam yang dimodifikasi dengan 'dapur mini' di bagian belakangnya.
internet | 14:40 WIB
Anggota asosiasi membahas visi, misi, serta program keberlanjutan digital di Indonesia.
internet | 11:59 WIB
"Jujur versi anime-nya lebih cakep," kata netizen lain.
internet | 11:24 WIB
Suasana warkop berubah bak restoran bintang lima berkat pengamen bersuara emas ini.
internet | 09:43 WIB
Banyak daerah terpencil yang tak dijangkau sinyal, mungkin rencana pemerintah Inggris ini bisa jadi contoh yang patut diterapkan di Tanah Air.
internet | 09:24 WIB
Kominfo menyebutkan kalau dua operator seluler telah terkena gangguan (down).Yakni jaringan IndosatOoredoo Hutchison (IOH) danSmartfren.
internet | 20:45 WIB
Ternyata ini yang diharapkan oleh Elon pada program Twitter 2.0.
internet | 20:29 WIB
Bot yang berbahaya ada di mana-mana. Saat ini, banyak situs, login, dan aplikasi favorit konsumen yang diserang oleh bot.
internet | 19:03 WIB
Usai bersitegang dengan Twitter, kini Apple diklaim Elon Musk telah kembali memasang iklan ke platform media sosial tersebut.
internet | 18:49 WIB
Usai unggahan foto jadul kawasan Slipi, Jakarta Barat tahun 1997 ini menjadi viral di Instagram, berbagai komentar langsung saja ditinggalkan oleh netizen.
internet | 18:47 WIB
Berikut adalah perubahan UMK 2023 dan cara mengeceknya secara online lewat HP dan Laptop.
internet | 17:54 WIB
Tampilkan lebih banyak