Facebook Blokir Media Pemerintah Rusia untuk Iklan dan Memonetisasi Konten

Facebook juga menambahkan label ke "media pemerintah Rusia tambahan"

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Minggu, 27 Februari 2022 | 18:09 WIB
Facebook Blokir Media Pemerintah Rusia untuk Iklan dan Memonetisasi Konten

Facebook Blokir Media Pemerintah Rusia untuk Iklan dan Memonetisasi Konten

hitekno.com - Facebook blokir media pemerintah Rusia untuk melakukan iklan dan memonetisasi konten mereka di platform media sosial tersebut.

Langkah Facebook blokir media yang dikelola pemerintah Rusia ini di tengah konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

"Kami sekarang melarang media pemerintah Rusia menjalankan iklan atau memonetisasi di platform kami di mana pun di dunia," Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan Facebook mengumumkan di Twitter.

"Perubahan ini sudah mulai diluncurkan dan akan berlanjut hingga akhir pekan," tambahnya dilansir laman The Verge, Minggu (27/2/20220.

Dia juga mencatat bahwa Facebook akan terus menambahkan label ke "media pemerintah Rusia tambahan".

Sebuah inisiatif yang dimulai platform untuk semua outlet media yang dikendalikan negara pada 2020.

Facebook telah mendirikan Pusat Operasi Khusus untuk membantu jaringan memantau dan menanggapi konflik yang berkembang.

Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney)
Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney)

Facebook juga meluncurkan "alat satu klik" di Ukraina yang memungkinkan pengguna mengunci profil mereka, mencegah siapa pun kecuali teman melihat posting, foto, dan Cerita mereka.

Facebook meluncurkan fitur yang sama selama krisis di Afghanistan Agustus lalu.

Rusia telah memblokir sebagian akses ke Facebook di negara itu, dengan pemerintah Rusia mengklaim platform tersebut "membatasi" empat akun yang terkait dengan outlet media Rusia.

Baca Juga: Ukraina Minta Apple Lakukan Ini di Rusia

Regulator teknologi dan komunikasi negara itu memerintahkan jejaring sosial, untuk menghentikan pengecekan fakta dan pelabelan konten dari media milik negara, tetapi Facebook menolak untuk mematuhinya.

"Kami memantau dengan cermat situasi di Ukraina dan akan terus membagikan langkah-langkah yang kami ambil untuk melindungi orang-orang di platform kami," tambah Gleicher.

Itulah langkah Facebook blokir media pemerintah Rusia dari iklan di platform mereka ketika memanasnya situasi Ukraina. (Suara.com/ Dythia Novianty).

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Ada beberapa tahapan teknis yang menjadi penentu apakah video dapat diunduh. Begini penjabarannya....

internet | 19:51 WIB

Terkadang menyimpan video Youtube itu diperlukan, biar bisa menikmati konten secara offline....

internet | 19:03 WIB

Mantan anggota Tim Ahli Wantimpres, Sri Harjono, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Membangun Indonesia untuk Ke...

internet | 13:10 WIB

Belajar makin mudah dengan Gauth AI. Bisa buat kerjakan PR hingga belajar intens, zero prompt!...

internet | 16:45 WIB

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB