Internet

Jangkau Audiens secara Kreatif, Maksimalkan Tren di TikTok untuk Brand

Salah satu contoh brand yang telah sukses mengoptimalkan platform digital untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya adalah Nestl.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi TikTok. (Unsplash/helloimnik)
Ilustrasi TikTok. (Unsplash/helloimnik)

Hitekno.com - TikTok makin banyak dimanfaatkan brand untuk mengjangkau audiens lebih luas. Terlebih kondisi perekonomian yang terus bergerak dinamis sepanjang tahun ikut mempengaruhi perilaku berbelanja masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Brand produk FMCG (fast-moving consumer goods) pun menghadapi tantangan baru untuk bisa terus hadir untuk konsumen, baik secara offline maupun online.

TikTok Indonesia, yang kian dipercaya brand untuk bantu meningkatkan bisnis, memberikan berbagai insight yang dapat dimanfaatkan oleh brand FMCG agar bisa lebih lincah atau agile dalam memasarkan produknya di ranah digital, sekaligus menghadirkan pengalaman belanja yang seru kepada konsumen.

Perilaku belanja masyarakat yang berpindah-pindah dari offline ke online dan sebaliknya, merupakan salah satu faktor yang mendorong pentingnya kapabilitas omnichannel bagi suatu brand FMCG. Hal ini disorot dalam riset "Winning Omnichannel Asia: The Future of FMCG and Retail" dari Kantar Worldpanel.

"Selain pasar tradisional, warung, dan mini market, kini pelanggan juga mengandalkan platform online untuk mencari, menemukan, dan membeli produk. Oleh karena itu, brand perlu meningkatkan kehadirannya di kanal digital, baik untuk pemasaran maupun penjualan," kata Corina Fajriyani, Senior Marketing Manager, Kantar Worldpanel Division.

Salah satu contoh brand yang telah sukses mengoptimalkan platform digital untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya adalah Nestlé. Semakin banyaknya pelanggan yang belanja kebutuhan sehari-hari secara online turut diperhatikan oleh brand yang telah membawahi berbagai produk FMCG, seperti Milo dan Nescafe.

"Kebiasaan belanja kebutuhan groceries secara online baru meningkat selama pandemi ini. Dan kami menyadari bahwa untuk bisa terus dicari dan ditemukan oleh pelanggan, brand kami pun perlu memperkuat kehadiran secara digital, dan memberikan konten yang relevan sekaligus bermanfaat bagi pelanggan. Itulah yang mendasari kami untuk masuk ke TikTok, dimana kami bisa meningkatkan engagement dengan target konsumen melalui fitur Top View Ads di TikTok," kata Jeni Sulianti, Media Manager, Nestlé.

Maksimalkan Tren di TikTok untuk Brand FMCG Jangkau Audiens secara Kreatif. (TikTok)
Maksimalkan Tren di TikTok untuk Brand FMCG Jangkau Audiens secara Kreatif. (TikTok)

Cara masyarakat mengonsumsi dan berbelanja produk sehari-hari ini juga terlihat di platform TikTok. Konten-konten otentik terkait produk FMCG, seperti produk kecantikan dan skincare yang baru dibeli, life hack untuk kebutuhan rumah tangga, eksperimen masak di rumah, hingga berburu produk viral di minimarket, semakin meramaikan platform ini berkat kreativitas para kreator.

Berdasarkan Data Internal TikTok (Juli 2020 - Juli 2021), views untuk konten seputar kecantikan dan perawatan diri meningkat 4 kali lipat sepanjang tahun 2020-2021, sementara views untuk konten makanan dan minuman juga meningkat 5 kali lipat di periode yang sama.

Dari hasil survei TikTok Insight for FMCG terhadap ratusan pengguna di Indonesia sepanjang tahun, ketertarikan mereka terhadap produk FMCG juga sangat besar, dengan 45% pengguna tertarik pada produk kecantikan dan kosmetik, sementara 71% pengguna suka melihat produk makanan dan minuman.

Konten FMCG yang pengguna konsumsi bukan hanya sebagai sumber inspirasi, tapi juga mengarahkan ke pembelian. Sebanyak 92% responden melakukan pembelian secara online dalam satu bulan terakhir, yang memperlihatkan bahwa pengguna TikTok sudah terbiasa dengan berbelanja langsung secara online setelah mereka menemukan produk yang dicari.

"TikTok adalah tempat di mana brand dan konsumennya dapat terhubung secara langsung dan serta unik melalui cara yang otentik. Konsep Shoppertainment di dalam TikTok memberikan kesempatan bagi para brand untuk dapat menyajikan konten yang menghibur, inspiratif, dan mendorong perilaku belanja," kata Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia.

Sitaresti menambahkan, hashtag seperti #TipsKecantikan (145 juta views) dan #GaraGaraTikTok (127 juta views) menunjukkan kekuatan komunitas TikTok dalam berbagi inspirasi mengenai hal-hal baru yang turut mempengaruhi keputusan mereka dalam melakukan pembelian atau transaksi suatu produk.

Berbagai solusi periklanan dan pemasaran hadir di TikTok untuk memungkinkan brand menjangkau audiens yang tepat sesuai dengan objektif kampanye yang ingin dicapai.

Mulai dari In-feed Ads yang memungkinkan konten iklan muncul secara native di For You Page, Branded Hashtag Challenge, Branded Effects, Live Shopping, dan TikTok Shopping yang memudahkan brand memasarkan produk-produknya secara kreatif dan dinamis langsung di dalam TikTok.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penjelasan produk, studi kasus, dan panduan TikTok For Business, silakan kunjungi https://www.tiktok.com/business/id.

Berita Terkait