Internet

Menurut Zuckerberg, Begini Gambaran Facebook di Masa Depan

Facebook mencoba memaksimalkan VR dan tampilan 3D di masa depan.

Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi logo Facebook. (Pixabay/ FirmBee)
Ilustrasi logo Facebook. (Pixabay/ FirmBee)

Hitekno.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg telah memberi tahu para karyawan mengenai inisiatif barunya yang ambisius. Melalui sebuah pidato jarak jauh kepada karyawan, Zuckerberg memaparkan ambisi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Salah satu orang terkaya di dunia ini menyinggung masa depan Facebook dan mengeluarkan istilah "metaverse".

Ia bahkan sudah menetapkan visi untuk mengubah serta memulai Facebook dari jaringan media sosial menjadi "perusahaan metaverse" dalam lima tahun ke depan.

Menurut penjelasan Zuckerberg, divisi perusahaan yang berfokus pada produk untuk komunitas, kreator, perdagangan, dan realitas virtual dapat semakin bekerja untuk mewujudkan visi ini.

"Apa yang menurut saya paling menarik adalah bagaimana tema-tema ini akan bersatu menjadi ide yang lebih besar. Tujuan menyeluruh kami di semua inisiatif ini adalah untuk membantu menghidupkan metaverse," kata Zuckerberg dikutip dari The Verge.

Mark Zuckerberg. (Facebook/ Mark Zuckerberg)
Mark Zuckerberg. (Facebook/ Mark Zuckerberg)

Diciptakan di Snow Crash, novel fiksi ilmiah Neal Stephenson tahun 1992, istilah metaverse mengacu pada konvergensi fisik, augmented, dan realitas virtual dalam ruang online bersama.

Zuckerberg menjelaskan bahwa orang-orang seharusnya tidak hidup melalui "persegi panjang kecil yang bersinar". Itu adalah kalimat yang diberikan CEO Facebook untuk menyindir ketergantungan pada smartphone.

Ia menilai bahwa hal tersebut bukanlah cara yang tepat untuk membuat orang berinteraksi. Rapat online yang menampilkan deretan wajah juga bukan merupakan cara Facebook dalam memproses sesuatu.

Salah satu contoh metaverse yang dia berikan adalah seseorang mampu melompat secara virtual ke konser 3D setelah awalnya menonton di layar smartphone.

Ilustrasi perangkat VR Oculus. (Pixabay/ Gerd Altmann)
Ilustrasi perangkat VR Oculus. (Pixabay/ Gerd Altmann)

"Anda merasa hadir dengan orang lain seolah-olah Anda berada di tempat lain, memiliki pengalaman berbeda yang tidak dapat Anda lakukan di aplikasi atau halaman web 2D, seperti menari, misalnya, atau berbagai jenis fitness," kata Zuckerberg menambahkan.

Dikutip dari BBC, Facebook telah berinvestasi dalam realitas virtual dan menghabiskan 2 miliar dolar AS atau Rp 29 triliun untuk mengakuisisi Oculus, yang mengembangkan produk VR-nya.

CEO Facebook menjelaskan bahwa di masa depan, alih-alih video call, pengguna dapat duduk sebagai hologram di sofa Zuckerberg, sementara Zuckerberg dapat duduk sebagai hologram di sofa pengguna.

Itu bisa dilakukan meski jarak antara dua orang tersebut terpisah sejauh ratusan ratusan kilometer. Konsep tersebut mencoba ia wujudkan menjadi visi Facebook di masa depan.

Berita Terkait