Internet

Protes Insentif GoSend, Driver GoKilat Berencana Mogok Kerja

Tak hanya mengancam mogok kerja, para driver GoSend juga mengirimkan karangan buka ke Gojek.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Gojek dan GoSend. (Gojek)
Ilustrasi Gojek dan GoSend. (Gojek)

Hitekno.com - Ramai dalam postingan di media sosial, para mitra driver Gojek berniat melakukan mogok narik. Sebagai protes dari insentif Gosend yang dianggap keputusan sepihak.

Seperti postingan di akun Twitter @arifnoviantoro_id yang di-screenshot dan diunggah ulang ke Instagram lambe_turah hari ini, Senin (7/6/2021) memperlihatkan protes para driver GoKilat.

Dalam postingan tersebut, menampilkan rencana mogok kerja para driver Gojek sebagai bentuk protes mereka. Yang direncanakan akan terjadi aksi mogok untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung.

"Pada 8 juni 2021 besok, driver Gojek akan melakukan pemogokan. Strategi yang dipakai adalah dengan off bid secara massal." tulis akun Twitter tersebut.

"Aksi mogok dilakukan oleh driver Gokilat (Gosend) menyikapi tindakah sepihak GoTo yang menurunkan insentif. Pemogokan dilakukan di Bandung dan Jabodetabek," lanjutnya.

Tak hanya mengancak bakal melakukan mogok, para driver Gokilat ini juga mengirimkan karangan bunga ke kantor Gojek. Yang dilakukan para driver Gosend sebagai bentuk protes lain.

"Sebagai pertanda duka cita mereka atas matinya nurani perusahaan Karya Anak Bangsa yang kebijakannya justri semakin mencekik driver," tulis @arifnovianto_id.

Protes driver GoSend. (Instagram/ lambe_turah)
Protes driver GoSend. (Instagram/ lambe_turah)

 

Postingan rencana mogok kerja para driver Gosend ini pun mendapatkan beragam tanggapan netizen. Juga lebih dari 25 ribu like pada potingan Instagram lambe_turah.

Tanggapan Gojek

Menyikapi ramai protes para driver Gojek pada insentif GoSend tersebut, pihak manajemen perusahaan pun buka suara. Menyampaikan kalau tidak adanya skema pendatan yang mereka ubah.

Audrey Petriny, VP Corporate Communications Gojek menyampaikan:

"GoSend tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver. Kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra untuk dapat memperoleh insentif.

Kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut, sehingga semakin banyak mitra yang berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi. GoSend juga memiliki berbagai program apresiasi bagi mitra dengan performa baik.

Di sisi lain, GoSend juga terus meningkatkan jumlah permintaan pelanggan melalui berbagai program pemasaran, pengembangan teknologi dan inisiatif lainnya, disamping terus menjaga dan meningkatkan standar layanan yang lebih baik.

Melalui berbagai upaya ini, antara lain skema pendapatan pokok yang dipertahankan, penyesuaian skema insentif, peningkatan program pemasaran, serta inisiatif lainnya termasuk program apresiasi bagi mitra, maka daya saing GoSend akan terus meningkat dan menjadi pilihan masyarakat. Hal ini akan mendorong tingkat permintaan pelanggan (order) bagi para mitra driver dan memberikan peluang memperoleh pendapatan secara lebih berkesinambungan."

Itulah tanggapan Gojek pada protes para driver GoSend yang menganggap terjadinya penurunan insentif. Bahkan berencana untuk melakukan mogok kerja besok, Selasa (8/6/2021).

Berita Terkait