Internet

Sukses Bobol Aplikasi Kencan, Hacker Jual Data Pribadi dan Foto Pengguna

Lebih dari 1,7 juta data pribadi pengguna telah diambil hacker.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi aplikasi kencan. (Pixabay)
Ilustrasi aplikasi kencan. (Pixabay)

Hitekno.com - Aplikasi kencan tidak luput dari serangan peretas atau hacker untuk mendapatkan data pengguna yang diperjual belikan di internet.

Paling baru, dilaporkan peretas berhasil membobol layanan aplikasi kencan Omiai buatan Jepang hingga mendapatkan data pribadi para pengguna.

Setidaknya ada 1,7 juta data pennguna Omiai telah ditangan hacker. Termasuk foto hingga data pribadi mereka.

Menyadur Straits Times, Senin (24/5/2021) Net Marketing, sebagai operator aplikasi kencan Omiai, mengungkapkan jika mereka menemukan bukti akses tidak sah ke servernya pada bulan April.

Di antara data yang dicuri adalah foto ID yang digunakan untuk mengonfirmasi usia pengguna, termasuk SIM, kartu asuransi, dan paspor.

Pihak perusahaan mengungkapkan jika data kartu kredit pelanggan dipastikan aman dan belum ada laporan penyalahgunaan data yang diretas.

Aplikasi kencan Omiai, dinamai menurut kata dalam bahasa Jepang untuk perjodohan, memiliki 6,8 juta akun pada April, menurut laporan bulanannya.

Ilustrasi aplikasi kencan online. (Pixabay)
Ilustrasi aplikasi kencan online. (Pixabay)

Meskipun gratis untuk wanita, layanan aplikasi kencan asal Jepang ini menghasilkan pendapatan dengan menagih para pria dan menawarkan paket mulai dari 3.980 yen (Rp 525.000) untuk langganan satu bulan.

Kasus peretasan tersebut mengingatkan pada situs web dewasa AshleyMadison.com yang dijebol pada tahun 2015, yang mengungkap data pribadi 37 juta pengguna situs tersebut.

Serangan ransomware juga menjadi berita utama bulan ini setelah peretas yang menargetkan layanan kesehatan Irlandia mengancam akan merilis data pasien.

Pasar perjodohan online Jepang meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir dan diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan.

Menurut sebuah studi oleh unit CyberAgent, aplikasi tersebut akan mencapai 70 persen menjadi 106 miliar yen pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun 2020.

Omiai telah membentuk kemitraan dengan beberapa kota dan menyelenggarakan acara perjodohan untuk mendorong orang tidak hanya mencari pasangan, tetapi juga mempertimbangkan untuk pindah ke daerah pedesaan setelah menikah.

Namun sayangnya, aplikasi kencan Omiai ini menjadi korban pembobolan hacker hingga mendapatkan data pribadi para penggunanya. (Suara.com/ Hikmawan Muhamad Firdaus).

Berita Terkait