Dosen Ini Beri Nilai A yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Netizen Heboh

Beragam komentar netizen pada keputusan dosen ini.

Agung Pratnyawan
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 19:00 WIB
Dosen di Surabaya Beri Nilai A Untuk Mahasiswanya yang Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja (Facebook: Umar Sholahudin).

Dosen di Surabaya Beri Nilai A Untuk Mahasiswanya yang Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja (Facebook: Umar Sholahudin).

Hitekno.com - Viral kisah dosen yang menjanjikan nilai A untuk mahasiswa yang ikut melakukan aksi ujuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Tentu saja, cerita ini langsung menarik perhatian netizen.

Lewat akun Facebook miliknya, Umar Sholahudin, dosen Universitas Wijaya Surabaya ini menyampaikan bakal memberi mahasiswanya nilai A apabila mengikuti demonstrasi memprotes UU Cipta Kerja.

Baca Juga: - Tukang Tahu Bulat Tetap Jualan di Tengah Ricuhnya Demo, Bikin Netizen Gemas - Viral Video Emak Jemput dan Suruh Anak Pulang saat Demo - Ada Kelompok Bocah Saat Demo, Netizen: Bocil EP EP Turun - Gir Miliknya Dibawa Anak STM Saat Demo, Reaksi Sang Ayah Bikin Ngakak

Saat dikonfirmasi oleh pihak Suara.com, Umar Sholahudin membenarkan bahwa ia akan memberikan nilai A untuk mata kuliah Gerakan Sosial dan Pembangunan bagi mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi.

Dosen Universitas Wijaya Surabaya ini menuturkan bahwa ada beberapa alasan yang membuatnya memilih langkah ini.

Satu yang pasti, adanya aksi menolak UU Cipta Kerja ini menurutnya menjadi pembelajaran politik yang penuh makna bagi mahasiswanya.

"Saya ingin memotivasi mahasiswa agar memiliki kesadaran etis, moral, dan kritis atas persoalan sosial masyarakat, khususnya terkait UU Cilaka yang bermasalah dan protes dari Kaum Buruh atau Pekerja," ujar Umar kepada Suara.com, Kamis (8/10/2020) sore.

Lebih lanjut lagi, Umar Sholahudin juga menegaskan bahwa unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja ini bisa menjadi bagian dari laboratorium politik bagi mahasiswanya secara nyata.

Dosen di Surabaya Beri Nilai A Untuk Mahasiswanya yang Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja (Facebook: Umar Sholahudin).
Dosen di Surabaya Beri Nilai A Untuk Mahasiswanya yang Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja (Facebook: Umar Sholahudin).

"Karena mereka langsung terjun ke lapangan jadi bisa tahu dan paham secara nyata persoalan yang diperjuangkan oleh kaum buruh," tukasnya.

Dosen Universitas Wijaya Surabaya ini pun menganggap aksi ini penuh urgensi. Pasalnya, UU Cipta Kerja ini tidak hanya berdampak kepada kaum buruh saja, tetapi juga mahasiswa setelah nantinya lulus dari dunia perkuliahan.

Menurutnya, aksi ini merupakan bagian dari kontribusi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi kesejahteraan buruh dan masyarakat Indonesia.

"Saya sangat menghargai partisipasi aktif mahasiswa untuk terlibat dalam aksi moral dan solidaritas serta rasa empatik simpatik kemanusiaan untuk kaum buruh," tegasnya.

Tidak hanya itu, Umar Sholahudin pun berharap agar UU Cipta Kerja tersebut dibatalkan dan dikaji ulang. Ada beberapa cara yang menurutnya bisa menjadi alternatif pilihan selanjutnya.

Pertama adalah Presiden mengeluarkan Perppu atau UU Cipta Kerja ini dibahas ulang dengan penuh kehati-hatian dan melibatkan berbagai pihak.

"Tidak usah terburu-buru dan melibatkan kaum buruh masyarakat secara nyata," jelas Umar.

Kedua adalah mengajukan ke MK sebagai langkah konstitusional. Umar sendiri mengapresiasi sejumlah pihak yang sudah siap membawa UU Cipta Kerja ini kepada MK.

Dosen Program Studi Sosiologi ini pun menuntut agar UU Cipta Kerja lebih berpihak kepada kepentingan buruh, bukan kepada pemilik modal saja.

Setelah postingan itu viral, Umar Sholahudin bercerita soal unggahannya yang dipenuhi oleh komentar sinis sejumlah warganet.

"Kalau lihat Facebook saya, sepertinya ada Buzzer yang nyerang saya. Mereka fitnah gara-gara statement viral ini," ungkapnya.

Umar sendiri telah mengantisipasi ujaran sinis yang dilayangkan kepadanya. Ia mengaku akan membiarkannya dulu. Sebab, meladeni mereka menurut Umar hanya akan membuat para penyindir bahagia.

"Saya sih paling gampang tak biarin saja. Gak tak respon. Kalau direspon malah senang dia. Saya biarkan saja. Kerja Buzzer luar biasa keji fitnah dan serangannya," kata Umar.

Untuk diketahui, sejumlah orang yang berkomentar dalam Facebook Umar Sholahudin menyoroti para demonstran yang tidak patuh akan protokol kesehatan.

Umar sendiri mengatakan bahwa selama aksi berlangsung ia selalu menggunakan masker. Ia hanya membuka maskernya sebentar saat berfoto saja.

"Itu saya lepas masker ketika foto saja. Pasca itu saya pakai terus sampai rumah," tuturnya.

Kendati demikian, beberapa warganet lainnya lebih fokus pada substansi aksi protes ini. Mereka sepakat apabila UU Cipta Kerja ini dicabut lantaran merugikan rakyat.

Itulah kehebohan netizen menanggapi dosen yang menjanjikan nilai A pada mahasiswa peserta aksi demo tolak UU Cipta Kerja. (Suara.com/ Hernawan).

Berita Terkait

TERKINI

Banyak netizen yang menduga jika wallpaper tersebut menjadi motivasi keduanya untuk kembali membawa pulang piala ke negara Tim Samba.
internet | 17:36 WIB
Melihat hal ini, netizen kemudian mengaku curiga dengan identitas tukang becak tersebut.
internet | 17:19 WIB
Kolom balasan unggahan video murid-murid beri kejutan ulang tahun untuk bapak guru ini lalu diramaikan dengan berbagai komentar.
internet | 15:36 WIB
Hitekno.com telah merangkum beragam jenis topologi jaringan komputer yang mungkin informasinya sedang kamu cari saat ini.
internet | 15:11 WIB
Simak penjelasan mengenai perbedaan HTTP dan HTTPS yang tim HiTekno.com rangkum untuk kamu.
internet | 14:48 WIB
Bocah "buronan internasional" mampu menebak beberapa laga Piala Dunia 2022 dengan akurat.
internet | 22:25 WIB
"Pray for Garut. Semoga semuanya baik-baik saja dan tak terluka," cuit netizen.
internet | 17:48 WIB
Honda menjuluki motor tahun 80-an ini sebagai Si Kontan.
internet | 16:11 WIB
Netizen menilai bahwa Suarez terkenal karma atas aksinya pada Piala Dunia 2010 lalu.
internet | 16:04 WIB
Sneaker milik penjual di pinggir jalan ini sukses bikin netizen salfok.
internet | 14:43 WIB
Ia menjanjikan pamer foto telanjang dirinya jika Brasil bertemu dengan Jerman pada finalPiala Dunia 2022 yang sedang berlangsung di Qatar.
internet | 13:30 WIB
Meski usaia kandungan sudah lima bulan, Nella Kharisma tetap nekat Pargoy.
internet | 11:45 WIB
Untuk pembelian Kids Combo, pelanggan malah akan mendapat buku alih-alih mainan.
internet | 19:55 WIB
Der Leyen menyatakan dalam sebuah video yang diterbitkan di Twitter bahwa lebih dari 100.000 perwira militer Ukraina telah terbunuh.
internet | 19:49 WIB
"Detik-detik terciptanya anak sultan," kata netizen.
internet | 17:55 WIB
Lukaku nampak kecewa dan menangis karena tak bisa mencetak gol.
internet | 16:26 WIB
Pintu anti mainstream ini sukses bikin netizen salfok.
internet | 15:55 WIB
Meme Lukaku beredar viral di media sosial.
internet | 13:45 WIB
Tampilkan lebih banyak