Tak Biasa, Serangan Ransomware di September 2020 Meningkat

Serangan ransomware tersebut meningkat sekitar dua kali lipat daripada Agustus lalu.


Posted: Selasa, 22 September 2020 | 07:30 WIB
Tak Biasa, Serangan Ransomware di September 2020 Meningkat

Tak Biasa, Serangan Ransomware di September 2020 Meningkat

hitekno.com - Dalam sebuah laporan perusahaan keamanan siber Emsisoft melaporkan sejumlah sekolah terkena ransomware meningkat pada September 2020. 

Bahkan pertumbuhan serangan ransomware tersebut meningkat sekitar dua kali lipat daripada Agustus lalu. 

Emsisoft memberi daftar, sekitar selusin sekolah yang telah menjadi korban serangan ransomware pada September kepada Fox News, menurut keterangan New York Post, Senin (21/9/2020).

Dua dari serangan paling terkenal bulan ini adalah sekolah umum Hartford di Connecticut dan Sekolah Umum Fairfax County di Virgia.

Serangan ransomware dalam beberapa kasus mematikan sisem komputer sekolah, yang secara efektif dalam mematikan sekolah, seperti yang terjadi pada Sekolah Umum Hartford awal bulan ini.

Ilustrasi sekolah dibuka kembali.[Unsplash/Taylor Wilcox]
Ilustrasi sekolah.[Unsplash/Taylor Wilcox]

Pelaku kejahatan siber biasanya mencoba mengunci sistem, sambil mengancam untuk mencuri informasi siswa dan dokumen administratif sensitif, kemudian meminta tebusan untuk menghentikan serangan itu.

"Peningkatan yang terjadi pada September, sebagian besar dapat dikaitkan dengan fakta bahwa sektor publik secara bertahap dibuka kembali, setelah liburan musim panas untuk sekolah, jadi lebih banyak orang bekerja di kantor dan membuka email," kata Brett Callow, juru bicara Emsisoft.

Callow menambahkan bahwa faktor yang memberatkan adalah munculnya jenis ransomware bernama Conti pada Juli lalu. Conti telah dikaitkan dengan Ryuk, sebuah grup yang memiliki sejarah panjang dalam menyerang sekolah dan entitas sektor publik.

Kekhawatiran terbesar sekolah adalah munculnya suatu pola, yang berarti pola itu bisa menjadi lebih buruk dalam beberapa bulan mendatang.

"Saya khawatir kami melihat tren baru dalam geng ransomware yang mengasah alat mereka untuk mencoba memberikan lebih banyak tekanan pada sekolah," kata Chester Wisniewski, Sophos Principal Research Scientist.

Baca Juga: Nggak Rumit, Ini Cara Mudah Hapus Akun Instagram

Ilustrasi seorang peretas menyerahkan kunci untuk membuka data setelah korban peretasan ransomware menyerahkan sejumlah uang tebusan. (Shutterstock)
Ilustrasi seorang peretas menyerahkan kunci untuk membuka data setelah korban peretasan ransomware menyerahkan sejumlah uang tebusan. (Shutterstock)

Sekolah dianggap sebagai sasaran serangan ransomware yang menguntungkan karena sering  kali sistem komputer yang ketinggalan zaman tetapi memiliki akses ke uang tunai. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB