Ditemukan Bug Berbahaya di Gmail, Bisa Palsukan Email Kamu

Gmail yang selama ini dianggap aman ternyata masih memiliki bug berbahaya.

Agung Pratnyawan

Posted: Rabu, 26 Agustus 2020 | 12:00 WIB
Ilustrasi Gmail. (Pixabay)

Ilustrasi Gmail. (Pixabay)

Hitekno.com - Ditemukan celah keamanan baru di Gmail yang tergolong berbahaya. Bahkan bisa mengirimkan email palsu dengan layanan milik Google tersebut.

Sebagian orang mungkin mengira bahwa platform seperti Google Gmail akan memiliki banyak perlindungan terhadap peretasan.

Namun pada kenyataannya, celah keamanan masih saja ada. Dikutip dari The Next Web, Rabu (26/8/2020), platform surel milik Google itu kecolongan bug yang cukup berbahaya.

Peneliti keamanan siber Allison Husain telah menemukan bug yang memungkinkan penyerang untuk mengirim email palsu melalui Gmail.

Bug ini akan memungkinkan penyerang melewati protokol keamanan tertentu, seperti Send Policy Framework, Domain-based Message Authentication, Reporting, hingga Conformance.

Ilustrasi Gmail. (Unsplash/Stephen Phillips)
Ilustrasi Gmail. (Unsplash/Stephen Phillips)

Padahal, keamanan multilapis yang dipasang Google itu seharusnya melindungi pengguna Gmail dari serangan tersebut.

Karena informasi ini bersifat rahasia, maka Husain hanya menjelaskan teknis celah keamanan ini kepada pihak Google, termasuk cara bug bisa mengambilalih sebuah akun Gmail dan memalsukan konten email yang dikirimnya.

Setelah Husain melaporkan bug tersebut, Google mengklaim telah memperbaiki masalah celah keamanan tersebut.

Namun untuk pembersihan secara menyeluruh, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu membutuhkan waktu sekitar 137 hari untuk menutupnya.

Itulah laporan terbaru yang mendapati bug berbahaya pada Gmail. Celah keamanan yang bisa memungkinkan pihak tak bertanggungjawab untuk mengirimkan email palsu. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

Baca Juga: Siang Ini, Netizen Keluhkan Layanan Gmail dan Google Drive Tumbang

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan te...

internet | 18:06 WIB

Rencana Pemerintah menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition/FR) untuk registrasi kartu SIM mulai 2026 men...

internet | 17:49 WIB

Netflix mengumumkan kerja sama terbaru dan pertama kalinya dengan Dee Lestari....

internet | 11:35 WIB

Baik menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs, maupun langsung melalui browser tanpa m...

internet | 23:19 WIB