Internet

1.000 Karyawan Twitter dapat Mengakses Akun yang Diretas

Diketahui sebanyak lebih dari seribu karyawan memiliki akses ke sejumlah akun.

Dinar Surya Oktarini

CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)
CEO Twitter, Jack Dorsey. (YouTube)

Hitekno.com - Baru-baru ini beberapa akun Twitter orang penting seperti Barack Obama, Bill Gates hingga Elon Musk diretas dan mencuitkan iklan bitcoin

Diketahui lebih dari seribu karyawan Twitter terhubung pada alat yang memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses ke sejumlah akun tersebut. 

Menurut laporan New York Post yang dikutip pada Senin (27/7/2020), kejadian ini berlangsung ketika Twitter mendapatkan serangan peretasan besar-besaran pada pekan lalu.

Hal ini diduga terjadi karena peretas memanipulasi sejumlah kecil karyawan dan menggunakan kredensial mereka untuk masuk dan menyerahkan akses ke 45 akun orang terkenal di Amerika Serikat.

Postingan pengakuan peretasan akun Twitter. [Twitter]
Postingan pengakuan peretasan akun Twitter. [Twitter]

Twitter menolak untuk mengomentari jumlah pegawai yang terlibat, namun perusahaan berlogo burung warna biru itu sedang mencari kepala keamanan baru agar bisa lebih mengamankan sistem perusahaan.

Atas kasus peretasan massal ini, FBI dan otoritas penegak hukum lainnya langsung turun tangan untuk melakukan investigasi. Konon, penyerangan terhadap Twitter juga dibuat untuk mendorong penipuan berbasis bitcoin. Tampak dari adanya 400 lebih transaksi pembayaran senilai 121 ribu dolar Amerika Serikat (AS) ke tiga alamat bitcoin yang disebutkan dalam tweet palsu.

Dugaan ini disampaikan Elliptic, sebuah perusahaan analisis cryptocurrency. Mereka mengamati lalu lintas perdagangan bictoin selama kasus peretasan terjadi. Dan disebutkan pula sebagian besar uang itu berasal dari pertukaran bitcoin yang berbasis di Asia, termasuk pembayaran tunggal senilai 42 ribu dolar AS.

Karena terlihat sistematis, sejumlah pihak menduga bahwa kasus peretasan Twitter ini karena ada karyawan internal perusahaan yang bekerja sama dengan hacker.

Namun, hingga kini pihak Twitter dan FBI belum menemukan sosok orang dalam yang bekerja sama dengan peretas. (Suara.com/Tivan Rahmat)

Berita Terkait