Internet

LinkAja Beri Kemudahan Bepergian di HUT Ke-2 LRT Sumatera Selatan

Kemudahan pembayaran ini merupakan sinergi antara LinkAja dengan LRT SumSel di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia.

Dinar Surya Oktarini

Penggunaan LinkAja di LRT Sumatera Selatan. (LinkAja)
Penggunaan LinkAja di LRT Sumatera Selatan. (LinkAja)

Hitekno.com - Bertepatan dengan HUT ke-2 Lintas Rel Terpadu (LRT) Sumatera Selatan (SumSel) sebagai sarana transportasi penunjang warga SumSel dan sekitarnya, LinkAja sebagai uang elektronik nasional hadir sebagai metode pembayaran digital berbasis server pertama yang dapat digunakan oleh para pengguna LRT.

Kemudahan pembayaran ini merupakan sinergi antara LinkAja dengan LRT SumSel di bawah naungan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Penggunaan LinkAja sebagai metode pembayaran secara nontunai sudah dapat digunakan di 13 stasiun, yaitu Stasiun Bandara, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Punti Kayu, Stasiun RSUD, Stasiun Garuda Dempo, Stasiun Demang, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Dishub, Stasiun Cinde, Stasiun Ampera, Stasiun Polresta, Stasiun Jakabarang, dan Stasiun DJKA.

Kehadiran alternatif pembayaran nontunai oleh LinkAja merupakan solusi yang memudahkan warga dalam melakukan aktivitas bepergian di situasi 'adaptasi normal baru' akibat pandemi. Selain dapat meningkatkan efisiensi transaksi dari segi waktu, metode less contact ketika menggunakan LinkAja pun dapat memberikan pengalaman berarti kepada para pengguna, karena memperkecil potensi penyebaran di area stasiun.

Cara pembayaran menggunakan LinkAja sangat mudah. Cukup buka aplikasi LinkAja, gerak-kan ponsel untuk memunculkan kode tiket, lalu scan kode tersebut pada gerbang pembayaran, dan gerbang akan otomatis terbuka. Harga untuk menempuh satu kali perjalanan sangat terjangkau, yaitu Rp 10.000 dari dan menuju Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin, sementara tujuan lain selain Bandar Udara dikenakan biaya sebesar Rp 5,000. Terdapat cashback menarik sebesar 20% dengan maksimal nominal Rp 2.000 untuk semua pengguna LRT pada periode Agustus hingga Desember 2020.

Penggunaan LinkAja di LRT Sumatera Selatan. (LinkAja)
Penggunaan LinkAja di LRT Sumatera Selatan. (LinkAja)

 

Haryati Lawidjaja, selaku Direktur Utama LinkAja mengatakan, "Kemudahan pembayaran yang LinkAja tawarkan kepada para pengguna LRT SumSel merupakan upaya kami dalam mengembangkan ekosistem pembayaran yang semakin holistik, terutama pada sektor transportasi umum, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan harian seluruh lapisan masyarakat. Kami harap kerja sama strategis yang kami lakukan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran digital, sehingga menjangkau lebih banyak lagi masyarakat untuk mau dan terbiasa bertransaksi secara nontunai."

Sofan Hidayah, selaku General Manager Light Rail Transit mengatakan, "untuk masa pandemi seperti sekarang ini LRT Sumsel sangat membutuhkan pembayaran secara nontunai, maka dari itu kami mengucapkan selamat dan terima kasih dimana tepat 2 tahun LRT Sumsel beroperasi, kerja sama ini terwujud dan semoga terus berlanjut, naik LRT pake LinkAja."

Untuk memudahkan kehidupan sehari-hari warga SumSel dalam bertransaksi, LinkAja juga telah dapat digunakan sebagai metode pembayaran di modern retail (MM Putra Kembar, MM Citra Mandiri, 212 Mart, JM Group), sarana rekreasi (Amanzi waterpark), pusat oleh – oleh (Pempek Beringin, Pempek Candy), pasar tradisional (Pasar Cinde Plaju, Pasar Babat Tomang, Pasar enam belas ilir, Pasar Gubah), rumah sakit (RK Charitas Palembang), dan lain – lain.

Hingga saat ini,LinkAja telah dapat digunakan di lebih dari 200 ribu merchant di seluruh Indonesia, 134 moda transportasi, 481 pasar tradisional, lebih dari 14,000 partner donasi digital, 1.569 e-commerce, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS,  hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu. Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel,  hingga layanan keuangan digital.

Berita Terkait