Internet

Kemenparekraf Lanjutkan BEKUP, Targetkan Banyak Startup Baru di Indonesia

Sebelumnya BEKUP berhasil memfasilitasi 390 pre-startup di Indonesia.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Narasumber Press Kick Off BEKUP. (Zoom Conference)
Narasumber Press Kick Off BEKUP. (Zoom Conference)

Hitekno.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI membuka kembali program tahunan Baparekraf for Startup (BEKUP) pada tahapan new normal saat pandemi. Dalam konferensi pers virtual yang dilakukan hari ini (07/07/2020), Kemenparekraf memaparkan pencapaian BEKUP di tahun lalu dan target mereka ke depannya.

Press Kick Off Road Baparekraf for Startup dihadiri oleh Josua Simanjuntak (Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf), Muhammad Neil El Himam (Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf), Faye Alund (Presiden Coworking Indonesia/ CEO KUMPUL), dan Gaery Undarsa (Co-Founder & Chief Marketing Office Tiket.com).

Empat tahun berjalan sejak 2016, BEKUP telah memfasilitasi 390 pre-startup pada 15 kota di seluruh Indonesia.

Pada tahun kelimanya, BEKUP mengajak para startup pemula untuk bersama-sama memulihkan ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia lewat ide dan inovasi bisnis mereka.

BEKUP 2020 akan menyeleksi ratusan startup di kota-kota besar dan memilih startup terbaik yang dinilai dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta industri ekonomi kreatif dan pariwisata Indonesia saat ini.

Narasumber Press Kick Off BEKUP. (Zoom Conference)
Narasumber Press Kick Off BEKUP. (Zoom Conference)

 

Josua Simanjutak selaku Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf mengungkapkan bahwa e-commerce meraih keuntungan berlipat selama masa pandemi sementara industri pariwisata cukup terpukul.

Kemenparekraf bekerja sama dengan Coworking Indonesia serta Tiket.com karena mereka membutuhkan mentor dan orang-orang yang bisa mencari komunitas startup pada beberapa daerah di Indonesia.

Faye Alund menjelaskan bahwa dari sekitar 500 startup yang ada di masa inkubasi, nantinya mereka akan diambil sekitar 40 startup di masa kurasi.

Gaery Undarsa selaku CMO Tiket.com akan menjadi Supermentor yang ikut memantau dan memberikan pelatihan pada startup-startup binaan.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Josua Simanjuntak. (Zoom Conference)
Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, Josua Simanjuntak. (Zoom Conference)

 

Berbanding terbalik dengan e-commerce, startup yang terkait dengan pariwisata terutama pada ticketing seperti Tiket.com cukup terpukul selama pandemi.

Gaery Undarsa yang juga co-founder Tiket.com menjelaskan bahwa mereka akan siap melakukan masa recovery pada kuartal keempat 2020.

Meski tidak secara gamblang menjelaskan porsi penurunan, namun Gaery Undarsa mengungkapkan bahwa tingkat penurunan pendapatan mereka sampai "single digit" di masa pandemi.

Supermentor sekaligus Co-Founder & Chief Marketing Office Tiket.com, Gaery Undarsa.  (Zoom Conference)
Supermentor sekaligus Co-Founder & Chief Marketing Office Tiket.com, Gaery Undarsa. (Zoom Conference)



"Porsi revenue yang sudah kembali di bulan Juni 2020 ada sekitar 20 hingga 25 persen. Kita mengalami penurunan yang cukup lumayan saat pandemi," kata Gaery Undarsa pada konferensi pers virtual.

Destinasi pariwisata internasional mengalami penurunan tajam sehingga mereka memfokuskan untuk beberapa destinasi lokal di dekat kota besar.

Pada saat masa recovery yang mereka siapkan di kuartal keempat, nantinya Tiket.com lebih fokus ke destinasi wisata domestik.

Ia optimis bahwa startup di Indonesia bisa bangkit saat pandemi dengan melakukan inovasi yang sesuai dengan segmen pasar atau target mereka masing-masing.

Berita Terkait