Internet

Sejumlah Perusahaan AS Boikot Facebook dengan Berhenti Beriklan, Kenapa?

Perusahaan AS ternama melakukan boikot Facebook dengan cara tidak memasang iklan di platform media sosial tersebut.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney)
Ilustrasi Facebook. (Unsplash/Alex Haney)

Hitekno.com - Sejumlah perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) diketahui tengah melakukan blokir Facebook. Yakni dengan berhenti memasang iklan di platform media sosial tersebut.

Disebutkan kalau tindakan perusahaan-perusahaan AS ini karena Facebook dinilai tidak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian.

Operator seluler Verizon Communications Inc baru saja ikut memboikot Facebook dengan alasan tersebut dan mulai Juli berjanji tak akan memasang iklan di media sosial buatan Mark Zuckerberg tersebut.

"Kami menghentikan iklan kami sampai Facebook bisa membuat solusi yang bisa diterima dan membuat kita nyaman," kata Verizon seperti dimuat Suara.com, Jumat (26/6/2020).

Verizon saat ini merupakan perusahaan terbesar yang ikut melakukan boikot Facebook dengan tidak beriklan di sana.

Ilustrasi Facebook. (HiTekno.com)
Ilustrasi Facebook. (HiTekno.com)

 

Kelompok pembela hak asasi manusia di AS menggelar kampanye Stop Hate for Profit yang mendesak perusahaan dan bisnis untuk memboikot Facebook.

Media sosial itu dinilai berpangku tangan melihat platformnya digunakan untuk menyebarkan kebencian, kekerasan dan hoaks.

Sebelum Verizon ada sejumlah merek ternama yang ikut kampanye tersebut seperti The North Face dan Patagonia. Es krim Ben & Jerry's menghentikan seluruh iklan berbayar di Facebook dan Instagram mulai 1 Juli.

Facebook sendiri mengatakan mereka sedang berdiskusi dengan kelompok pembela HAM.

"Kami menghormati keputusan para merk dan tetap fokus pada pekerjaan penting menghapus ujaran kebencian dan memberikan informasi penting tentang pemungutan suara," kata wakil direktur bisnis global di Facebook, Carolym Everson.

Perusahaan Procter & Gamble Co, salah satu pengiklan terbesar di Facebook, menyatakan mereka sedang meninjau platform iklan dan menghentikan belanja jika terdapat konten berisi kebencian.

Itulah kenapa banyak perusahaan AS yang boikot Facebook karena dinilai tidak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait